NewsProvinsi Kalsel

Pemprov Kalsel Kembali Rilis Hasil Realisasi PAD Periode Juni 2020

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) telah merilis hasil realisasi disejumlah leading sector pendapatan daerah pada triwulan ke II, Semester I periode Juni 2020, Kamis (30/7) siang.

Hasil pencapaian realisasi dan perbandingan PAD 2019 – 2020 periode Juni.

Kepala Bidang Pengelolaan Pajak Daerah (Bakeuda) Kalimantan Selatan, Rustamaji menyebutkan sejumlah pencapaian yang telah dilaksanakan oleh masing-masing UPPD se Kalimantan Selatan, terkait hasilnya masih bisa dikatakan bervariasi. Dimana, melalui data yang dirilis ada beberapa sector mengalami peningkatan.

“Alhamdulillah, yang meningkat dan tidak terjadi penurunan yakni Pajak Air Permukaan (PAP) yang sudah mencapai peresentase sebesar 65,77. Ini suatu pencapai luar biasa,” ujar Rustamaji.

Namun, meningkatnya pendapatannya, Rustamaji pun mengungkapkan, penurunan pun terjadi di leading sector Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Hal ini dikarenakan, rendahnya permintaan masyarakat terhadap BBM dimasa pandemi COVID-19.

“Selain adanya kekhawatiran masyarakat terhadap virus Corona, sempat adanya pelaksanaan PSBB di sejumlah Kabupaten dan Kota. Sehingga, pencapaian realisasinya hanya Rp58 miliar saja atau -20,31 persen,”  paparnya.

Disamping itu pula, Rustamaji kembali memaparkan merujuk dari hasil data yang telah diterima Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melaui bidangnya ini. Dirinya pun masih bisa berbangga dengan Bagi Hasil Bea Cukai (BHBC) Pemerintah pusat dengan kontribusi pencapaian sebesar 9,38 persen.

Grafik pencapaian realisasi PKB perbandingan 2019-2020.

“Untuk hasil trennya telah mencapai 108,3 persen. Untuk dibayarkannya bagi hasil cukai ini telah kami terima pada April lalu di Triwulan I 2020 atau sebesar Rp108 miliar lebih,” tuturnya.

Sehingga, untuk total akumulasi yang telah diterima pada Juni 2020, disampaikan Rustamaji, sebesar Rp1 triliun lebih. Yang mana, pertumbuhan pajak penerimaan Pajak Asli Daerah (PAD) di tahun ini menurun dari 2019 lalu.

“Dalam periode yang sama trennya minus sebesar 10,90 persen atau selisihnya Rp141 miliar lebih melalui hasil data realisasi pencapaian Juni 2020,” tutupnya. (RHS/RDM/RHD)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat