BanjarbaruNews

Olahraga Sepeda, Kini Jadi Bisnis Musiman

BANJARBARU – Menjalani bisnis musiman memang selalu menggiurkan. Karena dapat memberikan keuntungan yang berlipat dalam waktu singkat. Meski dijalankan dalam jangka waktu tertentu, peminat dari bisnis musiman ini cukup banyak. Hal ini karena dinilai lebih efektif untuk menghasilkan dan memperoleh keuntungan besar. Inilah yang menginspirasi Zaida Hassina, warga Banjarbaru, yang menuai peruntungan dengan membuka usaha jasa sewa sepeda bersama saudara laki-lakinya.

Diakui Zaida, ia merintis usaha ini sejak satu bulan terkahir ini, pada saat olahraga sepeda menjadi tren di kalangan masyarakat.

“Kalau peminatnya sangat banyak, terutama weekend, selalu kekurangan,” ujarnya, Senin (27/7).

Adapun hari-hari biasa katanya juga selalu ada yang menyewa, meskipun dengan jumlah yang sedikit.

“Hari biasa, selalu ada, 2-4 unit,” katanya.

Ia mengaku pada awal merintis hanya memiliki 2 unit sepeda saja, namun seiring banyaknya peminat, kini 17 unit sepeda dengan berbagai model telah dimiliki. Meskipun dengan angka tersebut, Zaida mengaku masih kewalahan untuk melayani, karena penyewa yang terus bertambah.

“Milik pribadi 9, sisanya titipan teman dengan sistem bagi hasil sewa,” ungkapnya.

Ditanya mengenai keberlangsungan bisnisnya yang dianggap sebagai bisnis musiman, Zaida berujar sudah memahami sejak memutuskan bergelut dalam bisnis ini serta mempunyai perencanaan kedepan secara matang.

“Sepeda kan bukan barang yang bisa basi, jadi bisa saja kami jual, toh sudah balik modal, atau kalau berlangsung lama, mungkin dijual untuk beli model baru, upgrade lah istilahnya,” ujarnya.

Dirincikan Zaida, harga sewa sepeda ini bervariatif, mulai dari Rp30.000 hingga Rp120.000 tergantung jenis sepeda serta lamanya waktu sewa. Sebut saja sepeda gunung mempunyai tarif Rp30.000 per 6 jam-nya. Kemudian Rp80.000 untuk per 24 jam-nya.

Sedangkan jenis sepeda lipat yang paling banyak diminati mempunyai tarif Rp40.000 rupiah per 6 jam-nya. Serta Rp90.000 untuk 24 jam. Sedangkan jenis sepeda gandeng, mempunyai tarif Rp60.000 untuk 6 jam-nya. Dan Rp90.000 per 24 jam-nya.

“Walaupun sewa cuma satu jam, kami tetap mematok harga minimal 6 jam untuk sekali sewa,” terangnya.

Berbicara keuntungan, dengan malu-malu Zaida berujar sudah meraup belasan juta rupiah sejak awal merintis hingga satu bulan ini.

“Hitungan kotor 12 juta sudah ada sih, tapi untuk balik modal masih belum,” katanya.

Sistem sewa pun sebutnya cukup mudah, penyewa cukup menitipkan kartu tanda pengenal, seperti KTP, SIM atau kartu pelajar.

“Atau untuk lebih mudah, bisa juga titip kendaraan,” ujarnya. (ASC/RDM/RHD)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat