NewsProvinsi Kalsel

Protokol Kesehatan Covid-19 Wajib Diterapkan Dalam Pelaksanaan Ibadah Kurban

BANJARBARU – Pelaksanaan ibadah kurban 2020 atau bertepatan dengan 1441 Hijriah ini, dipastikan akan terasa berbeda dari pelaksanaan ibadah kurban tahun-tahun sebelumnya, mengingat masih mewabahnya Covid-19, termasuk di Kalimantan Selatan.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Suparmi mengatakan, telah melakukan sosialisasi terkait imbauan agar masyarakat dapat memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Baik pusat maupun daerah.

“Kami sudah bersurat ke kabupaten/kota yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan, agar memperhatikan protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya, Rabu (1/7). Seraya menambahkan, mereka juga melakukan sosialisasi melalui media sosial yang dimiliki.

Dalam media sosial, Disbunnak Kalsel menyertakan surat edaran dari Dirjen peternakan dan kesehatan hewan nomor 8/SE/K/230/6/2020 tentang pelaksanaan kegiatan kurban dalam situasi wabah bencana non alam Covid-19, yang kemudian menjadi panduan pelaksanaan ibadah kurban.

Suparmi merincikan, dalam surat edaranitu terdapat langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan ibadah kurban di tengah pandemi Covid-19. Di antaranya, harus memperhatikan interaksi antara orang dengan jarak yang dekat dan lamanya waktu interaksi pada kegiatan kurban.

“Selain itu, harus memperhatikan perpindahan orang antar provinsi atau kabupaten, kota pada saat kegiatan kurban,” rincinya.

Di samping itu, dia menyebutkan, dalam surat edaran Dirjen peternakan dan kesehatan hewan juga tertulis kegiatan berkurban juga perlu memperhatikan status wilayah dengan tingkat kejadian yang tinggi. Serta, penyebarannya yang luas di suatu wilayah akan meningkatkan resiko penularan.

“Karena cara penularan Covid-19 melalui droplet pada saat batuk bersin dan atau penularan tidak langsung melalui kontaminasi permukaan benda. Faktor lainnya seperti komorbiditas adanya penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, gangguan paru, gangguan ginjal, serta resiko pada usia tua,” sebutnya.

Untuk itu, dia mengimbau, hanya petugas yang ditunjuk yang boleh melaksanakan dan mengatur pola jam pembagian daging kurban guna menghindari adanya kerumunan. “Kami akan membentuk tim pengawasan pemeriksaan hewan untuk mengawasi sebelum dan sesudah penyembelihan hewan kurban,” terangnya.

Adapun untuk ketersediaan hewan kurban tahun ini, Suparmi memastikan akan terpenuhi, dengan jumlah 10.643 ekor. Angka ini menurutnya bahkan melebihi perkiraan permintaan di Kalsel yakni sekitar 10.135 ekor sapi dan kerbau.

“Persediaan hewan kurban 2020 ini melebihi realisasi dari tahun lalu, yakni sebanyak 9.214 ekor,” jelasnya.

Penyediaan hewan kurban ini lanjut Suparmi, berasal dari lokal Kalsel sebanyak 7.958 ekor, dan sisanya 2.685 ekor berasal dari wilayah yang memang sudah menjadi langganan di tahun-tahun sebelumnya, yakni NTB, NTT, Sulsel dan Jatim.

“Kami berharap melalui ibadah kurban ini imunitas masyarakat dapat meningkat, sehingga upaya penyediaan kami lakukan secara maksimal,” pungkasnya. (ASC/RDM/RHD)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat