NewsProvinsi Kalsel

Disdikbud Kalsel Akui Keterbatasan Akses Internet di Pedalaman

BANJARBARU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan mengakui adanya keterbatasan akses internet bagi peserta didiknya yang bersekolah di pedalaman. Namun, pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menyiapkan dua pilihan agar kegiatan belajar mengajar di wilayah tersebut tetap bisa dilaksanakan.

Sejumlah peserta didik belajar bersama secara daring dipegunungan untuk mendapatkan internet.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yusuf Effendi mengatakan untuk mengantisipasi adanya keterbatasan itu, Pemerintah Provinsi telah menyiapkan dua pilihan sebagai bentuk dukungan agar program pembelajaran ditengah pandemi COVID-19 atau virus Corona bisa tetap berlangsung.

“Memang disadari sekolah di Kalimantan Selatan ada empat hamparan yakni ada di rawa, ada didataran, dan yang ketiga ada didaerah pegunungan serta keempat didaerah kepulauan,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Selasa (30/6).

Dikatakannya kembali, apabila keempat karakter wilayah ini dianggap mudah diakses dalam jaringan internet. Maka, pihaknya pun memastikan tidak akan ada gangguan dan permasalahan lagi bagi peserta didiknya.

“Kalau keempat karakter wilayah ini bisa menggunakan internet artinya tidak ada masalah berarti, namun, keterbatasan ini bisa menjadi catatan bagi Pemerintah,” ungkap Yusuf.

Ilustrasi siswa dalam mengakses internet untuk mendapatkan pembelajaran secara daring diatas pegunungan.

Selanjutnya, untuk menanggulangi permasalahan akibat adanya keterbatasan untuk mengakses jaringan internet bagi peserta didiknya di pedalaman. Disampaikan Yusuf, ada pilihan atau opsi yang bisa diterapkan oleh beberapa sekolah yang masuk dalam karakter wilayah pegunungan ini, dapat memanfaatkan radio atau televisi yang telah ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai mitra kerja dari Pemerintah.

“Jadi, yang pertama sebagai alternatif dalam pembelajaran dimasa pandemi COVID-19, dua media ini bisa digunakan sebagai guru pengganti selain keterbatasan akses internet,” tuturnya.

Selain itu, Yusuf menyebutkan apabila tidak bisa menyaksikan media elektonik baik televisi ataupun radio. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan juga telah mengintrusikan pihak sekolah agar para guru bisa menyambangi rumah masing-masing murid di kawasan pedalaman untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar pendidikan bisa tetap berjalan sesuai keinginan masyarakat dan harapan Pemerintah.

“Itulah opsi atau pilihan kedua yang bisa dimasksimalkan oleh peserta didik dengan gurunya di pedalaman. Tapi, sementara ini untuk akses internet masih lancar digunakan bagi siswa di Kalsel,” pungkasnya. (RHS/RDM/RHD)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat