BanjarbaruNews

Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru Akan Susun Perubahan Target PAD

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru berencana akan melakukan penyusunan perubahan target PAD untuk tahun 2021 Mengingat, imbas pandemi COVID-19 menjadi alasan utama pihaknya untuk menurunkan pendapatan asli daerah tersebut.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru, Ikhlas Budi Prayogo mengatakan dengan adanya wabah COVID-19 yang telah masuk di Kalimantan Selatan membuat pihaknya harus segera mempersiapkan rancangan tersebut agar bisa terwujud secara pasti.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru, Ikhlas Budi Prayogo.

“Kami akan melihat situasi terlebih dahulu, sehingga beberapa bulan kedepan perencanaan penyusunan tersebut bisa segera direalisasikan,” ujar Ikhlas kepada Abdi Persada FM, Kamis (18/6).

Ia mengungapkan akibat wabah tersebut menjadi banyak pertimbangan pihaknya dalam menargetkan capaian PAD 2020. Sehingga, perencanaan pada 2021 mendatang bisa didiskusikan bersama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Selama 3 bulan terakhir, memang pendapatan nol dan itu sudah dikoordinasikan dengan Biro Keuangan Pemerintah Provinisi Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Selanjutnya, Ikhlas menyampaikan sebagai Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdibud) Provinsi Kalimantan Selatan di bidang kebudayaan ini, dirinya mengharapkan realisasi melalui rapat koordinasi dalam APBD perubahan 2020 untuk periode 2021 bisa disetujui nantinya.

“Melhat selama pandemi COVID-19 ini, sewa gedung pun tidak ada. Sehingga,  aktivitas di Museum ini juga ditiadakan, artinya tidak ada pemasukan,” bebernya.

Meski berharap bisa disetujui dalam mengikuti rapat koordinasi melalui APBD perubahan 2020 dengan seluruh SKPD dilingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dirinya menjelaskan bahwa penyusunan perencanaan perubahan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) khusus untuk Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru bertujuan pada 2021 mendatang dapat dimaksimalkan. Mengingat, ditahun tersebut merupakan peluang perbaikan perekonomian Indonesia.

“Dari kunjungan ke museum rata-rata setiap tahunnya hampir mencapai puluhan ribu pengunjung. Tapi karena ada COVID-19 mengalami penurunan hingga berujung pada pendapatan kami,” imbuhnya.

Kendati demikian, Museum yang merupakan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang langsung dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan ini, pada PAD 2019 mencapai hampir Rp100 juta lebih. Akan tetapi, imbas yang dialami pihaknya akibat COVID-19 turun sebanyak 50 persen dari pendapatan asli daerah dari mereka.

“Kami berharap setiap tahunnya PAD di Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru dapat meningkat dan selalu berbenah supaya bisa menarik lagi serta bisa memanfaatkan semua potensi, teknologi yang ada agar dapat berkembang secara berkelanjutan,” pungkasnya. (RHS/RDM/RHD)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat