NewsProvinsi Kalsel

Disdag Kalsel Gelar Rakor Untuk Tingkatkan Ekspor

BANJARMASIN – Dinas perdagangan propinsi Kalimamtam Selatan menggelar Rapat koordinasi dengan menghadirkan Kabid Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Ir. Riaharti Zulfahani, di kantornya, Banjarmasin.

Suasana Rakor upaya peningkatan Ekspor Kalsel.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani pada Rapat Koordinasi yang digelar pihaknya pada Senin (15/6) kemarin, yang mengangkat tema tentang  Upaya Peningkatan Ekspor Kalsel mengatakan, kinerja Ekspor Kalsel semenjak adanya pandemi COVID-19 terjadi fluktuative terutama sejak April 2020 cenderung mengalami penurunan, begitu pula Neraca Perdagangan Kalimantan Selatan, namun kondisinya masih surflus.

“Terkait hal ini, kami Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan siap membantu dan bekerjasama dalam upaya peningkatan ekspor Kalsel,” katanya.

Disampaikan Birhasani pula, Rakor yang di ikuti oleh para eskportir se Kalimantan Selatan ini perlu dilakukan, karena sebagai ajang untuk menggali berbagai informasi dan untuk mendengarkan berbagai masukan positif dalam upaya mencari solusi, agar mempermudah para pelaku ekspor mendapatkan informasi.

“Rakor ini untuk mengetahui tentang hambatan dan peluang pasar negara tujuan ekspor, semuanya dimaksudkan guna meningkatkan kinerja ekspor Kalsel. Hasil pertemuan di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan ini, selanjutnya dijadikan sebagai bahan masukan ke forum Rakor di tingkat nasional yg dilaksanakan pada Selasa (16/6) bersama jajaran Pemerintah Pusat yang dikoordinir oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI terkait eksportir,” jelasnya panjang lebar.

Birhasani juga berkomitmen, pihaknya siap membantu pelaku usaha sesuai ketentuan yang berlaku, dan akan memberikan pelayanan prima.

“Kami akan membantu dalam pengurusan dokumen pendukung ekspor, pelayanan cepat, efektif, efisien dan transparan, hanya dalam hitungan jam selesai,” tutupnya.

Seperti diketahui, kondisi perekonomian dunia saat ini pertumbuhannya dinilai mengalami keterlambatan termasuk juga Indonesia.  Khusus Kalimantan Selatan, pada triwulan pertama Tahun 2020 pertumbuhan ekonominya mencapai 5, 68 persen jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 2,97 persen.

Namun dalam dua bulan terakhir, yaitu bulan April dan Mei 2020, ekspor Kalimantan Selatan mengalami keterlambatan, dampak mewabahnya COVID-19. (REALEASE – NHF/RDM/RHD)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat