BanjarbaruNewsProvinsi Kalsel

Dalam 3 Hari, 51 Orang Sembuh dari COVID-19 di Kalsel

BANJARBARU – Sesuai prediksi gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kalimantan Selatan, bahwa pada Juni dan Juli 2020 akan terjadi lonjakan kasus COVID-19 di provinsi ini. Terbukti, hingga Senin sore (15/6) jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kalimantan Selatan sudah hampir mencapai 2.000 kasus atau tepatnya 1.953 kasus. Kasus positif ini merata terjadi di 13 wilayah kabupaten/kota, dengan angka tertinggi ada di kota Banjarmasin dengan 882 kasus, disusul kabupaten Banjar dengan 196 kasus, dan Batola dengan 178 kasus. Kabupaten lainnya dengan jumlah kasus di atas 100, adalah Tanah Laut dengan 160 kasus, Tanah Bumbu dengan 140 kasus, dan kota Banjarbaru dengan 116 kasus.

Dalam keterangan persnya, juru bicara gugus tugas percepatan penanganan COVID 19 Kalimantan Selatan Muhammad Muslim menjelaskan, pada Senin (15/6) terjadi penambahan 66 kasus baru, yang tersebar di 6 kabupaten/kota. Yakni Batola 24 kasus, 15 kasus dari kota Banjarmasin, 12 dari kota Banjarbaru, 10 kasus dari kabupaten Banjar, 3 dari Hulu Sungai Selatan dan 2 dari Tanah Laut.

“Enam puluh enam kasus baru itu berasal dari 7 pasien dalam pengawasan (PDP) yang hasil PCR nya menunjukkan positif COVID 19, dan 59 dari hasil tracing petugas surveilans di 6 kabupaten/kota. Kita akan terus melakukan upaya tracking dan tracing ini, agar dapat segera memberikan penanganan tepat pada kasus terkonfirmasi positif yang ditemukan,” urainya.

Kabar gembiranya, menurut Muslim, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 di Kalimantan Selatan, setiap harinya juga terus bertambah. Hingga Senin (15/6) total sudah ada 253 orang yang dinyatakan sembuh dari virus asal Wuhan China tersebut. Meskipun jumlah kematian juga bertambah, hingga ke angka 131 kasus.

“Dalam 3 hari terakhir, terhitung sejak 13 sampai 15 Juni 2020, terdata 51 orang yang dinyatakan sembuh. Dimana 20 diantaranya dinyatakan sembuh pada Senin (15/6). Yakni 13 orang dari karantina khusus di Diklat Ambulung Banjarbaru, 3 dari karantina khusus di Kotabaru, 2 dari karantina khusus di Hulu Sungai Tengah, dan masing-masing 1 dari karantina khusus di Bapelkes Banjarbaru dan RSUD Idaman Banjarbaru,” urai lelaki yang juga menjabat sebagai kepala dinas kesehatan provinsi Kalsel tersebut.

Sementara itu, data gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kalimantan Selatan memperlihatkan, dari 1.953 kasus yang terdata hingga Senin (15/6), sebanyak 420 orang menjalani perawatan di 16 rumah sakit di Kalsel, dan 1.149 lainnya menjalani karantina khusus, baik di fasilitas gedung milik pemerintah provinsi Kalimantan Selatan maupun kabupaten/kota. Dari 420 yang menjalani perawatan di rumah sakit, sebanyak 155 diantaranya dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin, 125 di RSUD Muhammad Anshari Saleh Banjarmasin, dan 41 di RSUD Haji Boeyasin Pelaihari Tanah Laut. Kemudian sebanyak 24 orang dirawat di rumah sakit Bhayangkara Banjarmasin, 15 di RSUD Idaman Banjarbaru, 13 di RSUD Pembalah Batung Amuntai, serta rumah sakit lainnya dengan jumlah masing-masing dibawah 10 orang. (RIW/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat