BanjarbaruNews

Antusias Masyarakat Membeli Pakaian Menurun

BANJARBARU – Memasuki 10 hari terakhir bulan ramadhan, biasanya aktivitas masyarakat semakin bertambah, seperti mempersiapkan hidangan lebaran, persiapan untuk mudik, serta yang tidak terlewatkan adalah aktivitas membeli pakaian baru.

Momen inilah yang biasanya menjadi berkah bagi pedagang pakaian baik online maupun offline.

Khusus untuk pedagang online, Penerapan Social & physical distance, serta himbauan pemerintah agar masyarakat tetap berada di rumah saja, seharusnya menjadi kesempatan untuk meningkatkan penjualan, mengingat masyarakat tidak berbelanja secara offline.

Namun faktanya, jelang lebaran tahun ini tidak sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yang di duga imbas dari sulitnya mencari pemasukan di tengah pandemi ini.

“Biasanya ramai, tapi ini sepi, mungkin orang-orang akan lebih memilih untuk keperluan dasar dulu, kalau baju kan bisa nanti,” ujar Diah Asmawati, salah satu pedagang online di Banjarbaru.

Sementara pedagang online lainnya, Nurul Syafarina mengungkapkan, untuk penjualan makanan berjalan seperti biasa bahkan cendrung meningkat, sedangkan penjualan pakaian hampir sama seperti sebelum adanya pandemi Covid-19, hanya saja untuk pengiriman terjadi keterlambatan dari biasanya.

“Mungkin karena beberapa daerah menerapkan PSBB, jadi sering terlambat, akhirnya juga terjadi keterlambatan pengiriman kepada pelanggan,” terang penjual yang berdomisili di Kabupaten Banjar ini.

Nurul menambahkan, dia tetap optimis penjualannya akan tetap laku meskipun di tengah pandemi, dengan syarat rajin memajang foto produk di sosial media.

“Tips nya sih rajin upload, berdoa, insyaallah tetap laris manis,” pungkasnya. (ASC/RDM/RHD)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat