16 Oktober 2021

Dalam 2 Hari, 18 Pasien COVID-19 Sembuh, 6 Meninggal dan Kasus di Kalsel Bertambah 23

2 min read

Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) COVID 19 Kalimantan Selatan.

BANJARBARU – Selama 2 hari terakhir ini, terjadi peningkatan signifikan pada jumlah kesembuhan dari COVID 19 di Kalimantan Selatan. Bahkan angka kesembuhan yang terjadi pada Selasa (12/5) tersebut, adalah yang terbanyak sepanjang temuan kasus COVID 19 di Kalimantan Selatan, yakni hingga 18 orang. Dimana 4 diantaranya merupakan pasien di RSUD Ulin Banjarmasin asal kota Banjarmasin dan Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan dan Tanah Bumbu. Sedangkan 14 lainya merupakan mereka yang menjalani karantina khusus, yakni 11 di fasilitas karantina khusus di Ambulung Banjarbaru, dan 3 lainnya dari karantina khusus di Tanah Laut. Sehingga total angka kesembuhan hingga Rabu (13/5) sudah mencapai 58 kasus.

Sayangnya, menurut juru bicara gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) COVID 19 Kalimantan Selatan Muhammmad Muslim, jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID 19 juga terus bertambah dalam 2 hari terakhir ini. Yakni sebanyak 15 kasus pada Selasa (12/5) dan 8 kasus baru pada Rabu (13/5). Dimana 6 diantaranya meninggal dunia.

“Total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID 19 hingga saat ini di Kalimantan Selatan, sudah  mencapai 285 kasus, dengan 198 kasus dirawat di rumah sakit rujukan atau rumah sakit daerah, 58 dinyatakan sembuh, dan 29 meninggal dunia. Penambahan kasus pada Selasa (12/5) sebagian besar berasal dari hasil penelusuran sejumlah klaster perjalanan, dan penambahan pada Rabu (13/5) seluruhnya berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP) yang hasil PCR nya menunjukkan positif COVID 19,” jelas lelaki yang juga menjabat sebagai kepala dinas kesehatan Kalimantan Selatan tersebut dalam keterangan persnya.

Lebih lanjut Muslim mengatakan, saat ini dalam sehari, sebanyak 120 spesimen swab dikirimkan dan diperiksa di laboratorium BBTKLPP Banjarbaru, untuk memastikan positif atau negatif COVID 19, orang yang telah diambil sampel swab nya itu.

“Saat ini memang terjadi penumpukan spesimen yang masuk ke BBTKLPP Banjarbaru, namun kami yakin laboratorium ini dapat segera menyelesaikan proses pemeriksaan sesuai kebutuhan kecepatan yang diharapkan oleh gugus tugas. Mengingat hasil dari metode PCR ini menjadi penentu bagi tim, untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap orang yang bersangkutan. Apakah hanya akan menjalani isolasi mandiri, karantina khusus atau perawatan intensif,” tutupnya. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?