28 Oktober 2021

BI Kalsel Siapkan 2,8 Trilyun Uang Tunai, Untuk Lebaran 2020

2 min read

Kepala KPw BI Kalsel saat melakukan jumpa pers virtual.

BANJARMASIN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, berkomitmen menjaga kecukupan uang tunai untuk kebutuhan puasa dan lebaran. Termasuk pada tahun ini,  meski kondisinya dalam  masa tanggap darurat COVID 19. Meski begitu, Bank Indonesia juga terus mendorong penggunaan transaksi non tunai, dan meminta masyarakat mengurangi penggunaan uang tunai, terutama pada masa pandemi seperti saat ini. Terkait pengadaan uang tunai untuk Ramadhan dan lebaran tahun ini, maka KPw BI Provinsi Kalsel, telah menyediakan 2,805 trilyun rupiah, yang terdiri dari uang pecahan besar (UPB) sebanyak 2,54 trilyun rupiah dan uang pecahan kecil (UPK) 258 milyar rupiah.

“Jadwal layanan penukaran uang ini adalah mulai dari 29 April sampai 20 Mei 2020. Di mana penukaran uang oleh masyarakat hanya dapat dilakukan di kantor cabang bank-bank umum yang ada di Kalsel.

Mengingat pada tahun ini, kami tidak menyediakan layanan mobil kas keliling, untuk menghindari kerumunan massa,” demikian jelas Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan Amanlison Sembiring, pada jumpa pers virtual dikantornya baru-baru ini.

Ia menambahkan, meski menyediakan uang tunai namun pihaknya tetap terus mensosialisasikan pembayaran dengan non tunai. Terkait hal ini, maka beberapa strategi telah dilakukan untuk mendorong transaksi non tunai tersebut.

Diantaranya adalah sosialisasi dan edukasi non tunai melalui media sosial.Kerjasama dengan PJSP dalam mendorong penggunaan QRIS untuk rumah ibadah, dan inovasi QRIS dalam bentuk QRIS Tanpa Tatap Muka.

“Beberapa langkah mitigasi juga terus kami gencarkan. Diantaranya melakukan karantina uang setoran bank untuk mencegah penyebaran COVID 19, penerapan protokol nasional COVID 19 dalam proses operasional dan mendorong masyarakat menggunakan fasilitas non-tunai. Seperti internet banking, mobile banking, sms banking, APMK, uang elektronik chips base dan server base, dan QRIS,” jelasnya.

Perlu diketahui, kinerja SP pada periode triwulan I 2020 utamanya pada transaksi RTGS dan SKNBI, mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya. Pada transaksi RTGS, baik secara volume maupun nominal, mengalami penurunan masing-masing sebesar 15,89 persen (qtq) dan 17,86 persen (qtq). Sedangkan pada transaksi SKNBI, baik secara volume maupun nominal, mengalami penurunan masing-masing sebesar 16 persen (qtq) dan 13,77 persen (qtq). Selanjutnya, transaksi kartu ATM/debit nasional mengalami penurunan nominal transaksi sebesar 5,3 persen (qtq) dan kartu kredit turun sebesar 6,76 persen (qtq).

Secara volume dan nominal, transaksi melalui BI-RTGS mengalami penurunan dibanding triwulan sebelumnya dan transaksi melalui SKNBI juga mengalami penurunan dibanding triwulan sebelumnya.

Baik kartu ATM/debit dan kartu kredit mengalami kenaikan jumlah kartu, namun mengalami penurunan nominal transaksi. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?