NewsProvinsi Kalsel

COVID-19 di Kalsel, Didominasi Klaster Gowa

BANJARBARU – Hingga Senin (4/5), jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kalimantan Selatan sudah hampir mencapai 200 kasus, atau tepatnya sebanyak 199 kasus, yang tersebar di seluruh kabupaten/kota kecuali kabupaten Hulu Sungai Utara. Dengan rincian, 156 kasus menjalani perawatan di rumah sakit, maupun isolasi mandiri dan karantina khusus, 31 dinyatakan sembuh dan 12 meninggal dunia. Dari 199 kasus yang  terlaporkan hingga Senin (4/5) itu, ternyata 68,84 persennya merupakan hasil penelusuran klaster perjalanan ke Gowa Sulawesi Selatan. Bahkan kasus COVID-19 yang terjadi di 7 kabupaten, seluruhnya atau 100 persen berasal dari klaster perjalanan ke Gowa ini.

“Tujuh kabupaten yang seluruh temuan kasus COVID 19 nya berasal dari satu klaster perjalanan ke Gowa, yakni Tanah Laut, kemudian Kotabaru, Tanah Bumbu, Tapin, Balangan, Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, dan Batola. Temuan kasus di Batola mencapai 37 kasus atau tertinggi diantara 6 kabupaten lainnya. Menyusul kabupaten Tanah Bumbu dengan 23 kasus dan Tanah Laut dengan 13 kasus,” demikian diungkapkan juru bicara gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) COVID 19 Kalimantan Selatan Muhammad Muslim, dalam keterangan persnya pada Senin sore (4/5).

Lebih lanjut Muslim mengatakan, diantara banyak klaster perjalanan yang terus ditelusuri keberadaannya oleh para petugas dan tim gugus tugas daerah di Kalimantan Selatan, klaster Gowa memang mendominasi seluruh temuan itu. Dari 199 kasus yang terlaporkan hingga Senin (4/5), sebanyak 137 diantaranya berasal dari klaster Gowa.

“Disusul tempat kedua adalah kumpulan klaster dari berbagai daerah dan juga kontak kasus sebanyak 20,60 persen, kemudian klaster perjalanan ke Kalimantan Tengah sebanyak 4,02 persen, Jawa Barat dan klaster kontak 1 masing – masing sebesar 2,51 persen. Dan terakhir adalah klaster Pasar Antasari Banjarmasin sebanyak 1,51 persen. Untuk klaster terakhir ini, para petugas di Banjarmasin terus menggencarkan penelusuran,” jelasnya yang juga menjabat sebagai kepala dinas kesehatan Kalsel tersebut.

Sementara itu, hingga Senin (4/5) jumlah alat tes cepat atau rapid test yang sudah didistribusikan ke 13 kabupaten/kota di Kalsel, mencapai 6.980 pieces. Dari jumlah itu, yang terlaporkan sudah digunakan sebanyak 4.180 pcs, dimana 638 diantaranya menunjukkan hasil reaktif, atau setara dengan 15,17 persen. (RIW/RDM/RHD)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat