25 Oktober 2021

Kasus Covid-19 Kalsel Tembus 157, 8 Diantaranya Terjadi Pada Anak

2 min read

Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) COVID 19 Kalimantan Selatan, saat menyampaikan keterangan persnya pada Rabu (29/4).

BANJARBARU – Kabar gembira sekaligus kabar duka, disampaikan gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) COVID 19 Kalimantan Selatan pada Rabu sore (29/4). Kabar gembiranya, jumlah kasus positif yang dinyatakan sembuh bertambah 4 pada hari ini. Sehingga total jumlah kesembuhan mencapai 20 kasus. Penambahan ini berasal dari 3 pasien yang dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin asal Tabalong, Banjar dan kota Banjarbaru. Sedangkan satu lainnya berasal dari kota Banjarbaru, dan juga dirawat di Banjarbaru. Seluruhnya sudah dipulangkan pada Rabu pagi (29/4) tadi, dan dapat berkumpul kembali bersama keluarga masing-masing, meski tetap harus melakukan karantina selama 14 hari ke depan sebagai langkah pencegahan.

Namun seiring dengan kabar gembira itu, maka kabar duka pun disampaikan juru bicara GTPP COVID 19 Kalimantan Selatan Muhammmad Muslim, pada keterangan persnya Rabu sore (29/4). Bahwa jumlah kematian akibat COVID 19 bertambah 2 pada hari ini. Keduanya dirawat di RSUD Ulin, dan berasal dari kota Banjarmasin.

“Kscovid#147, laki – laki usia 46 tahun asal Banjarmasin, meninggal dunia pada pukul 23.40 WITA tadi malam. Almarhum memiliki riwayat penyakit Diabetes Melitus (DM). Kemudian siang tadi sekitar pukul 12.51 WITA, meninggal dunia kscovid#20 laki-laki usia 78 tahun juga asal Banjarmasin, dengan memiliki sejumlah penyakit penyerta pula. Dan berita duka lainnya adalah, pasien dalam pengawasan (PDP) yang kemarin masuk di RSUD Ratu Zaleha Martapura, bayi usia 6 bulan, juga meninggal dunia hari ini. Hasil PCR nya menunjukkan negatif,” jelas Muslim.

Lebih lanjut Muslim mengatakan, pada Rabu (29/4) juga terjadi penambahan 7 kasus baru terkonfirmasi positif COVID di Kalimantan Selatan. Sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif hingga hari ini mencapai 157, dengan 127 menjalani perawatan di rumah sakit, isolasi mandiri dan karantina khusus, 20 dinyatakan sembuh dan 10 meninggal dunia.

“Penambahan 7 kasus baru itu, berasal dari 3 pasien dalam pengawasan yang hasil PCR nya positif, dan 4 dari hasil penelusuran di Batola, yang semuanya menjalani isolasi atau karantina khusus di satu gedung tertentu, yang disiapkan pemerintah daerah setempat,” tambahnya.

Salah satu kasus baru terkonfirmasi positif COVID 19 asal Batola itu, adalah anak perempuan usia 14 tahun. Sehingga ini menambah jumlah anak yang terpapar virus asal Wuhan China tersebut, menjadi 8 orang hingga hari ini. Termuda adalah anak usia 1 tahun asal kabupaten Banjar, dan tertua usia 16 tahun asal kabupaten Batola. Sebagian besar anak yang terpapar virus Corona ini berasal dari Batola, dan menjalani karantina khusus. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?