16 Oktober 2021

BBTKLPP Banjarbaru Kembali di Percaya Tangani Sampel COVID-19 Dari Kalteng

2 min read

Petugas melakukan pembongkaran sample yang baru datang setelah melakukan penyemprotan disenfektan.

BANJARBARU – Setelah adanya peresmian penutupan sementara jalur akses penerbangan ke luar pulau Kalimantan, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru kembali telah dipercaya untuk menangani sample PCR COVID-19 khusus bagi wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.

Kepala BBTKLPP Banjarbaru, Slamet Mulsiswanto.

Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru, Slamet Mulsiswanto mengatakan keterlibatan datangnya sample PCR dari Kalimantan Tengah diakibatkan untuk akses atau jalur penerbangan ke luar Kalimantan terpaksa sementara dihentikan guna menghindari terjadinya kembali penambahan terkonfirmasi positif virus Corona.

“Memang benar, saat ini kami menerima sample juga dari Kalimantan Tengah. Hal ini, dikarenakan untuk jalur akses penerbangan ke Jawa Timur dihentikan sementara karena adanya COVID-19,” ujar Kepala BBTKLPP Banjarbaru, Slamet Selasa (28/4) kemarin.

Petugas Laboratorium melakukan penyemprotan disenfektan keseluruh paket sample yang datang dari Kotabaru.

Slamet juga memaparkan untuk sample yang sudah diterima pihaknya saat ini jumlahnya hampir mencapai 800 lebih walaupun mayoritas masih didominasi dari wilayah Kalimantan Selatan.

“Saat ini kami telah menerima sekitar 850 sample dan mungkin sisanya bakal tiba lagi dan itu sudah termasuk sample dari Kalteng,” ungkapnya.

Meski demikian, Ia menyebutkan walaupun sample yang diterima khusus dari wilayah Kalimantan Tengah belum banyak. Namun, pihaknya tetap melakukan pengujian sesuai tugas dan fungsinya dari Kementerian Kesehatan RI.

“Karena keadaan ini darurat, akses penerbangan pun juga ditutup sementara jadi untuk sample PCR dalam pengananan COVID-19 kami tetap layani,” tuturnya.

Selain itu, Slamet membeberkan sample yang diterima oleh BBTKLPP Banjarbaru dari Provinsi Kalimantan Tengah yang berjumlah hampir 90 ini juga dibedakan tempat penyimpannya dengan sample dari wilayah Kalimantan Selatan, dengan tujuan agar hasil dari uji laboratorium juga lebih maksimal dan tidak tertukar.

“Jadi untuk tempat penyimpanan juga kami bedakan agar nanti untuk pengujian antara wilayah Kalsel dan Kalteng tidak tertukar,” pungkasnya. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?