20 Oktober 2021

Pemprov Kalsel Segera Salurkan BLT Bagi Warga Desa Yang Terdampak COVID-19

2 min read

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Prov. Kalsel, Zulkipli.

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan segera menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) khusus bagi masyarakat desa non kelurahan yang saat ini sedang menjadi terdampak, akibat pandemi COVID-19 di beberapa wilayah di Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Selatan, Zulkipli mengatakan mengingat dampak pandemi COVID-19 cukup mengkhawatirkan dikalangan masyarakat desa hingga sekarang ini. maka, melalui alokasi bantuan dana desa yang difungsikan khusus pembangunan infrastruktur dapat dirubah untuk kepentingan penanganan masa wabah virus Corona berlangsung.

“Artinya seperti ini, untuk pemerintahan desa agar dapat menggeser alokasi khusus pembangunan infrastruktur melalui APBDES agar bisa lebih diarah untuk penanganan dan pencegahan COVID-19 dan kami sudah mendapatkan suratnya,” ujar Zulkipli kepada Abdi Persada FM diruang kerjanya, Selasa (28/4).

Lebih lanjut, Zulkipli mengungkapkan untuk pengalokasian dana desa yang digeser menjadi kegiatan penanganan, pencegahan dan pengendalian pandemi COVID-19 ada tiga orientasi yang menjadi fokus pihaknya saat ini, yakni dari Kementerian Keuangan, Kementerian Desa dan Kementerian Dalam Negeri.

“Untuk Kementerian Desa alokasinya digeser khusus untuk pencegahan dan pengendalian COVID-19 dengan membentuk Tim Gugus Tugas di Desa agar wilayah tersebut tidak terjangkit virus tersebut,” ungkapnya.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kalimantan Selatan selain berfokuskan dalam kegiatan penanganan dan pencegahan wabah virus Corona. Pihaknya akan segera melakukan pemetaan untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) khusus bagi warga desa non kelurahan, dimana alokasi tersebut berasal dari bantuan Kementerian Desa untuk pembangunan infrastruktur namun karena darurat, maka dialihkan menjadi dana penanganan COVID-19.

“Saat ini ada beberapa wilayah yang bisa tercover dari Dinas Sosial untuk beberapa macam bantuan seperti dalam bentuk tunai, sembako atau kartu Pra-kerja dan sebagainya,” ucap Zulkipli.

Namun dalam hal ini, Ia membeberkan untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) pihak Pemerintah Kalimantan Selatan tetap menilai agar masyatakat desa bisa menerima bantuan tersebut. Akan tetapi, BLT yang dimaksudkan khusus hanya untuk warga yang benar-benar miskin akibat dampak pandemi COVID-19.

“Kami berencana akan melakukan koordinasi bahkan ada beberapa desa bakal terkena dampak pandemi ini contohnya saja wilayah Kabupaten Banjar di 6 Kecamatan yang akan segera menerapkan PSBB,” beber Zulkipli.

Selain itu, Ia menyampaikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMD) Kalimantan Selatan terlebih dahulu akan melakukan pemetaan untuk dapat memberikan bantuan kepada warga Desa non Kelurahan agar BLT yang dikeluarkan melalui alokasi dana APBDES bisa tepatp sasaran.

“Ada dua wilayah yang sudah tercover oleh Dinas Sosial di Kabupaten yakni Tabalong dan Hulu Sungai Utara (HSU) namun sementera tidak bisa jadi patukan. Pemprov Kalsel masih melakukan survey real agar warga yang terdampak ini bisa pantas mendapatkan bantuan ini,” pungkas Zulkipli. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?