BanjarNews

Tingkatkan PAD, Pemprov Kalsel Jalin Kerjasama Dengan 17 Perusahaan di Kab Banjar

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali berhasil bekerjasama dengan 17 perusahaan untuk bidang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di leading sektor Pajak Air Permukaan (PAP) khusus wilayah Kabupaten Banjar.

Kepala UPPD Samsat Martapura, Zulkipli mengatakan untuk 2020 pihaknya kembali berhasil menjalin kerjasama dengan 17 perusahaaan yang ada di wilayah Kabupaten Banjar khusus disektor Pajak Air Permukaan (PAP) sebagai pelengkap pendapatan tambahan asli daerah.

“Alhamdulillah, kami sudah melakukan kerjasama dengan 17 perusahaan sebagai penambah PAD 2020 di sektor PAP di Kabupaten Banjar,” ujar Zulkipli kepada Abdi Persada FM diruang kerjanya, Senin (27/4).

Lebih lanjut, Zulkipli membeberkan dari 17 perusahaan yang telah melakukan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ada dua yang memberikan kontribusi lebih kepada pihanya, yakni Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Bandarmasih dan Intan Banjar serta perusahaan listrik milik BUMN.

“Jadi 2 perusahaan ini yang sering melakukan transaksi pembayaran rutin dan terbesar, namun beberapa perusahaan lainnya seperti tambang batu bara di Kabupaten Banjar yang merupakan hasil kerjasama dari UPPD Samsat Martapura juga akan segera melaksanakan transasi via mobile banking,” tutur Zulkipli.

Kendati demikian, Ia mengungkapkan walaupun pendapatan di sektor PAP tidak terlalu banyak seperti pendapatan pajak kendaraan bermotor, akan tetapi dirinya menginginkan agar bidang penambahan pajak ini terus bisa meningkat sesuai dengan harapan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami berharap PAP ini terus berkembang seiring dengan adanya kerjasama dari sejumlah perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Banjar dan target bisa tercapai sesuai harapan Pemprov Kalsel,” pungkasnya.

Bahkan, Ia kembali mengungkapkan khusus untuk Pajak Air Permukaan (PAP) pihaknya ditargetkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp1,4 miliar atau sekitar 98,8 persen. Maka, UPPD Samsat juga sudah bekerjasama dengan beberapa perusahaan tambang batu bara yang saat ini menggunakan PAP dalam memperlancar usahanya.

“Untuk saat ini Kami sudah mendapatkan pemasukan dari PAP di pertengahan 2020 yakni sebesar Rp193 juta atau sekitar 13,82 persen,” ungkapnya.

Seperti diketahui, saat ini Provinsi Kalimantan Selatan tengah menghadapi pandemi COVID-19 yang mengakibatkan terjadinya penurunan secara drastis baik dari sektor Perekonomian dan Pembangunan. Namun, UPPD Samsat Martapura berkomitmen tetap akan berusaha agar PAD di daerahnya tetap stabil dan aman sehingga sektor pendapatan juga dapat memberikan kontribusi yang lebih baik kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. (RHS/RDM/RHD)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat