20 Oktober 2021

Ini Cara Pemprov Kalsel Peringati Hari Bumi ke-50

2 min read

Kepala DLH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, bersama jajarannya melakukan penanaman di tempat masing-masing.

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), memperingati hari bumi ke-50 dengan cara yang berbeda dari biasanya, yakni dengan menanam pohon di tempat masing-masing.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala DLH Kalimantan Selatan, Hanifah Dwi Nirwana menyampaikan, peringatan hari bumi ditengah pandemi corona virus disease (Covid-19) di Kalimantan Selatan ini, diperingati dengan menanam pohon secara serempak pada jam 08.00 WITA, di tempat masing-masing, oleh seluruh instansi pemerintah provinsi Kalimantan Selatan, serta DLH se-Kalimantan Selatan.

“Kalau sedang WFH (Work From Home), ya di rumah, yang ngantor, ya nanam di kantor, yang di kebun, ya nanam di kebun,” ujarnya, melalui sambungan telepon, Rabu (22/4).

Dikatakan Hanifah, melalui peringatan hari bumi ke-50 di tengah wabah Covid-19 ini, merupakan momentum yang tepat untuk kembali introspeksi diri mengenai apa yang salah dari kita sebagai penduduk bumi selama ini. Selain itu, penting juga untuk memulai langkah-langkah sederhana yang masif sesuai wewenang kita untuk kembali membuat membangun kesadaran untuk mendengarkan jeritan bumi, yang mana bebannya semakin berat.

“Jangan tunggu ada wabah atau bencana baru kita sadar bahwa bumi perlu perhatian kita. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk kita semua bergerak melakukan perbaikan perilaku untuk menjaga bumi,” tegasnya.

Diketahui, bibit pohon ini merupakan bantuan dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, yang menyediakan sebanyak 1.000 bibit pohon Ulin, yang di bagi sebanyak 20 bibit untuk masing-masing SKPD di lingkup pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Selain melakukan penanaman serentak secara bersama-sama di tempat masing-masing, DLH juga  melaksanakan kegiatan lainnya, yakni Launching Panduan Kebijakan Lingkungan Perkantoran yang merupakan konsep pengayaan dalam penerapan eco office, yang nantinya akan dijadikan materi Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan dan dikembangkan untuk kompetisi antar SKPD terhadap penerapan eco office.

“Peringatan hari bumi kali ini, kami juga mengajak untuk bersama-sama mematikan lampu pada tanggal 22 April 2020 selama 60 menit yaitu pada pukul 20.20 – 21.20 Wita,” jelasnya.

Hanifah juga menyoroti mengenai himbauan untuk menjaga kebersihan dengan  sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker, dan perangkat Alat Pelindung Diri dari tim medis yang menjadi garda depan penanganan pasien terkena Covid-19, yang tanpa disadari akhirnya akan menambah beban bumi.

“Himbauan mencuci tangan dengan air mengalir selama 20 detik jika dilakukan dengan tidak bijak maka akan membuang air sebanyak 1,5 hingga 2 liter per orang. Penggunaan masker sekali pakai bagi paramedis dan alat pelindung diri lain yang terbuat dari material plastik dan hanya dapat dipakai beberapa kali akan menambah beban bumi jika pengeloaan limbah masker dan APD ini tidak dilakukan dengan benar,” bebernya.

Namun disisi yang berbeda, lanjut Hanifah, pandemi virus Corona yang sangat menakutkan bagi manusia ternyata membawa kebaikan bagi bumi, melalui kebijakan lockdown, jaga jarak dan di rumah saja.

“Aktivitas manusia menurun drastis, polusi dari asap kendaraan bermotor dan asap cerobong pabrik menyebabkan berkurangnya tingkat polusi dunia. Udara menjadi lebih bersih,” ujarnya.

Selain itu dikatakan Hanifah, Pemanasan global menjadi melambat karena menurunnya Nitrogen Dioksida (NO2) dan penggunaan bahan lain di pabrik yang menyumbang terjadinya pemanasan global, serta air menjadi lebih bersih dengan berkurangnya limbah industri. (ASC/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?