28 Oktober 2021

Kasus Positif COVID 19 Kalsel, Tertinggi Se Kalimantan

3 min read

Juru bicara GTPP COVID 19 Kalimantan Selatan.

BANJARBARU – Kurang lebih satu bulan dalam status tanggap darurat COVID 19, Kalimantan Selatan sudah mencatatkan kasus terkonfirmasi positif hingga 95 kasus. Bahkan peningkatan kasus secara signifikan, terjadi dalam beberapa hari terakhir ini, dimana peningkatan kasus dalam sehari dapat mencapai belasan. Terakhir pada Minggu (19/4), ada penambahan sebanyak 4 kasus baru, sehingga total jumlah kasus mencapai 95. Dengan rincian, 79 menjalani perawatan di rumah sakit rujukan, isolasi mandiri hingga karantina khusus, kemudian 9 dinyatakan sembuh dan 7 meninggal dunia. Jumlah kasus di Kalsel ini, ternyata jika dibandingkan dengan 4 provinsi lainya di Kalimantan, adalah yang tertinggi, bahkan jauh mengungguli Kalimantan Tengah, yang sempat menempati posisi pertama jumlah kasus positif terbanyak di Kalimantan. Kondisi ini, seharusnya membuat masyarakat semakin sadar, bahwa penyebaran virus ini di Kalimantan Selatan sudah sangat masif, dan berupaya untuk mentaati aturan pemerintah untuk tetap diam di rumah.

Meski begitu menurut juru bicara gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) COVID 19 Kalimantan Selatan Muhammad Muslim, tingginya jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID 19 di provinsi ini, membuktikan bahwa para tim gugus tugas di daerah, sudah bekerja maksimal untuk melakukan penelusuran orang-orang yang diindikasi pernah melakukan perjalanan ke laut daerah, serta para kontak erat pasien dalam pengawasan (PDP) dan terkonfirmasi positif.

“Kita akui, kasus di Kalsel adalah yang tertinggi di Kalimantan. Tapi secara epidomologi, itu berarti semakin banyak orang-orang yang terindikasi COVID 19 yang ditemukan tim di lapangan. Terutama dari kluster yang hingga saat ini menyumbang peningkatan jumlah¬† kasus yang lumayan besar. Salah satunya kluster Gowa Sulawesi Selatan, yang sebagian besar justru merupakan orang tanpa gejala (OTG). Dengan temuan cepat itu, tentunya akan semakin memudahkan pemerintah daerah mengambil langkah antisipasi untuk menahan laju penularan, bahkan memutus mata rantai penularan itu,” jelas Muslim.

Lebih jauh Muslim mengatakan, saat ini ada 34 kasus yang menjalani perawatan di rumah sakit rujukan, dan yang paling banyak justru dalam penanganan isolasi mandiri serta karantina khusus yang disiapkan pemerintah daerah, sebanyak 45 kasus. Bahkan dari 45 kasus itu, sebagian besar menjalani karantina khusus setelah mendapatkan hasil positif dari sampel swab para ODP, yang berhasil ditelusuri para petugas.

“Sejauh ini kluster Gowa Sulawesi Selatan, cukup mendominasi jumlah temuan kasus terkonfirmasi positif yang baru. Bahkan dalam 3 hari terakhir, kasus positif baru disumbang paling banyak dari kluster ini. Termasuk 4 kasus baru asal Batola pada Minggu (19/4), seluruhnya merupakan hasil penelusuran kluster Gowa,” urainya.

Hingga Minggu (19/4), tes cepat atau rapid test COVID 19 di Kalimantan Selatan, sudah dilakukan pada 1.884 orang. Mereka terdiri dari ODP, PDP, kontak erat PDP dan terkonfirmasi positif, serta para tenaga medis yang merawat mereka. Dari jumlah itu, 208 atau sebesar 11.4 persen menunjukkan hasil reaktif. Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dan meyakinkan, maka hasil reaktif dilanjutkan dengan pengambilan sampel swab, yang kemudian dibawa ke laboratorium BBTKLPP Banjarbaru untuk pemeriksaan melalui metode PCR. Sembari menunggu hasil PCR keluar, orang-orang yang sudah menjalani rapid test tadi, tetap diminta melakukan isolasi mandiri selama minimal 14 hari, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat rapid test yang menunjukkan hasil non reaktif, tidak berarti negatif COVID 19. Mereka akan kembali menjalani tes serupa satu hingga dua minggu kemudian, mengingat rapid test hanya mengukur kondisi imunitas tubuh saat itu. Oleh karena itu, hasil akurat positif COVID 19, hanya ditentukan melalui metode PCR. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?