28 Oktober 2021

Akibat Covid-19, Sejumlah Nelayan Alami Penurunan Pendapatan 50 Persen

2 min read

Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kalimantan Selatan, Muhammad Fadhli.

BANJARBARU – Penyebaran covid-19 di Kalimantan Selatan, membuat sejumlah nelayan harus mengalami penurunan pendapatan sebesar 50 persen. Hal ini, mengakibatkan ratusan ton ikan laut di pelabuhan menjadi menumpuk.

Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Fadhli mengatakan mengingat masih adanya wabah covid-19 yang tersebar di beberapa wilayah di Kalimantan menyebabkan pengiriman distribusi ikan laut ke wilayah Kalimantan Timur, Barat dan Utara menjadi tersendat bahkan menumpuk akibat adanya pembatasan zona isolasi daerah.

“Yang jelas akibat wabah covid-19 akhirnya pendapatan para nelayan pun juga mengalami penurunan bahkan rugi.¬†¬† Distribusi ke daerah lain harus terhenti hingga akhirnya menumpuk sampai 200 ton ikan laut yang ada di beberapa pelabuhan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan ini,” ujar Fadhli kepada Abdi Persada FM di ruang kerjanya, Kamis (9/4).

Fadhli mengungkapkan melihat kondisi wabah covid-19 yang masih mengkhawatirkan saat ini, banyak imbas yang telah diberikannya termasuk dileading sektor perikanan. Bahkan, disebutkannya 50 persen penurunan pendapatan nelayan juga harus terpaksa diterima oleh pihaknya.

“Penurunan terlihat jelas saat ini akibat imbas virus corona, sehingga nelayan pun juga terkena imbasnya,” ungkapnya.

Melihat kondisi ini, Fadhli kembali menyebutkan untuk harga ikan laut yang semula berkisar Rp40.000 perkilogramnya menjadi Rp20.000 hingga Rp17.000 perkilonya.

“Ada tiga ikan yang mengalami penurunan yakni Peda, Lajang dan Tongkol,” ucapnya.

Kendati demikian, Ia membeberkan untuk nelayan yang saat ini mengalami penurunan pendapatan sebesar 50 persen akibat dampak covid-19, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan masih akan tetap mengizinkan nelayannya untuk melaut. Namun, dirinya tetap menghimbau agar tetap menjaga kesehatan supaya tidak terkena virus tersebut.

“Kami tetap memperbolehkan nelayan untuk melaut, melihat turunnya pendapatan mereka, ini menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Tapi ingat, harus wajib menjaga kesehatannya. Semoga covid-19 dapat segera berakhir,” imbuh Fadhli.

Untuk diketahui, pemerintah provinsi Kalsel saat ini sedang melakukan antisipasi agar harga dipasaran dan distribusi ikan laut dapat kembali normal, agar kedepannya kebutuhan para nelayan dapat terpenuhi, sehingga Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bisa terus memberikan kontribusi lebih baik terhadap mereka sebagai pelaku penghasil ikan laut. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?