16 Oktober 2021

Produksi Disinfektan Alami, Pemprov Kalsel Bagikan Secara Gratis Untuk Masyarakat

2 min read

Gubernur Kalsel perlihatkan disinfektan alami dari asap cair.

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor pada Senin (6/4), meresmikan kegiatan penyemprotan disinfektan berbahan alami di halaman kantor setdaprov Kalimantan Selatan di Banjarbaru. Disinfektan yang diproduksi dinas kehutanan provinsi Kalimantan Selatan ini, diyakini dapat mencegah penyebaran virus Corona atau COVID 19, dengan cara disemprotkan di atas benda-benda yang berpotensi menjadi media pengantar virus. Penyemprotan disinfektan ini, juga merupakan tindaklanjuti instruksi gubernur Kalimantan Selatan kepada gugus tugas pencegahan pengendalian dan pengawasan (P3) COVID 19 dan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup pemerintah provinsi Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalsel pimpin langsung penyemprotan kantor setdaprov menggunakan disinfektan bahan asap cair, pada Senin (6/4).

“Hari ini kita akan melaksanakan penyemprotan secara serentak di seluruh kabupaten kota, dengan total pasukan sebanyak kurang lebih 230 orang bergerak di seluruh Kalimantan Selatan, dengan menggunakan disinfektan berbahan baku alami, yakni dari asap cair. Saya juga berharap bersama-sama kita tetap menjaga jarak, rajin cuci tangan, dan ingat untuk selalu memakai masker ketika keluar rumah, untuk mencegah penularan. Mari kita bersama-sama melawan virus ini,” ujar gubernur Kalsel Sahbirin Noor pada saat memimpin kick off pelaksanaan penyemprotan disinfektan serentak se provinsi Kalimantan Selatan, dengan menggunakan bahan asap cair, pada Senin (6/4) pagi di kantor setdaprov Kalsel.

Sementara itu, kepala dinas kehutanan Kalimantan Selatan Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan, penggunaan asap cair sebagai bahan utama pembuat disinfektan, diyakini memiliki efektivitas yang jauh lebih baik dibanding etanol, serta lebih hemat penggunaannya. Rasionya 1% asap cair lebih efektif dibanding etanol 70%. Asap cair atau yang biasa disebut cuka kayu tersebut, didapat dari hasil produksi 40 unit tungku asap binaan pemprov yang ada di seluruh daerah di Kalsel. Produksi disinfektan ini per harinya mencapai 800 liter atau 24.000 liter dalam satu bulan.

“Kami beserta jajaran, sangat serius mendukung pemprov dalam menangani penyebaran virus ini, mengingat bahaya serta dampak yang luar biasa dari pandemi Corona atau COVID 19 ini. Sehingga, sejak minggu kemarin, cangkang sawit dibakar secara terus menerus di 40 tungku yang kami miliki di seluruh wilayah provinsi ini. Dimana satu tungku mampu memproduksi 20 liter, sehingga jika 40 tungku kami mampu memproduksi 800 liter sehari,” ucapnya.

Hanif menambahkan, penyemprotan akan dilakukan di seluruh wilayah Kalsel, dengan tenaga 230 orang menggunakan cairan disinfektan mencapai 5.400 liter, yang sudah dicampur dengan air. Para tenaga penyemprot ini bekerja selama kurang lebih 2 jam, dan kemudian beristirahat, dan kembali melanjutkan kegiatan.

“Disinfektan dari asap cair ini akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat, semua RT akan kita bagikan. Ini merupakan bukti keseriusan pemerintah provinsi memerangi Corona, dengan memberikan perlindungan disinfektan alami kepada masyarakat. Kita akan kawal ini hingga dibagikan kepada masyarakat, sehingga tidak ada lagi kendala disinfektan di masyarakat,” tutupnya. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?