16 Oktober 2021

Perpanjang Status Tanggap Darurat, Kalsel Juga Batasi Arus Masuk Orang Dari Luar Daerah

2 min read

Ketua gugus tugas P3 COVID 19 Kalsel saat memberikan keterangan pada Selasa malam (31/3).

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi memperpanjang status tanggap darurat COVID 19 hingga 16 April 2020. Hal itu sesuai keputusan Gubernur, yang diterbitkan pada 31 Maret 2020. Pada tanggal yang sama, Gubernur juga menandatangi Surat Keputusan (SK) nomor 188.44/0210/Kum/2020, tentang pembatasan arus masuk orang yang datang dari luar wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Kabar soal terbitnya dua keputusan Gubernur itu, disampaikan Ketua gugus tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan P3 COVID 19, sekaligus Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Abdul Haris Makkie, pada keterangan persnya Selasa malam (31/3) di Banjarbaru.

“Terbitnya SK ini didasarkan pada aspirasi dan masukan masyarakat, serta hasil rapat koordinasi Forkopimda pada Minggu (29/3) di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. Tujuannya tidak lain, untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona, terutama yang berasal dari luar daerah Kalimantan Selatan,” jelas Haris dalam video yang dirilis gugus tugas P3 COVID 19 Kalsel pada Selasa malam (31/3).

Lebih lanjut Haris mengatakan, sebagai tindak lanjut dari keluarnya SK itu, maka Pemerintah Provinsi juga sudah mengeluarkan surat edaran, yang disampaikan kepada 13 Kepala Daerah di Kalimantan Selatan. Surat edaran itu meminta setiap Kepala Daerah, untuk segera menyikapi SK Gubernur tentang pembatasan ini, dan juga mengambil kebijakan sesuai kondisi daerah masing-masing.

“Kita juga sudah menyurati otoritas pelabuhan dan bandara di Kalimantan Selatan, untuk meminta mereka melakukan penyesuaian terkait keputusan Gubernur ini. Dengan begitu, upaya bersama ini menjadi ikhtiar yang diharapkan dapat mencegah penularan yang lebih masif,” harap Haris.

Sementara itu, hingga Rabu (1/4), tercatat jumlah kasus positif Corona di Kalimantan Selatan mencapai 8 kasus. Dengan 6 diantaranya menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Ulin Banjarmasin, dan 2 menjalani karantina mandiri karena tidak menunjukkan gejala klinis atau sakit.

“Ada penambahan 3 kasus baru positif Corona, dimana salah satunya merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) asal Kabupaten Banjar. Sedangkan dua lainnya, merupakan hasil penelusuran kontak langsung pasien terkonfirmasi positif Corona Ulin 1. Mereka berdua yakni K1 laki-laki usia 21 tahun, dan K2 wanita usia 40 tahun asal Banjarmasin, tidak menunjukkan gejala sakit dan menjalani karantina mandiri,” urai juru bicara gugus tugas P3 COVID 19 Kalsel Muhammad Muslim pada Selasa malam (31/3). (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?