NewsProvinsi Kalsel

Masker langka, Disnakertrans Kalsel Buat Sendiri

BANJARBARU – Balai latihan kerja (BLK), Dinas tenaga kerja dan transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan membuat ribuan masker, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.

“Pembuatan masker dilakukan oleh siswa jurusan menjahit, sebanyak 16 orang,” ujar Kepala Balai Latihan Kerja, Suhirman, Kamis (26/3).

Kepala Disnakertrans Prov. Kalsel, Siswansyah saat menggunakan masker buatan siswa BLK.

Dijelaskan Suhirman, pembuatan masker ini berdasarkan instruksi dari kementerian tenaga kerja dan transmigrasi (Kemenakertrans), mengingat langkanya ketersediaan masker di pasaran.

“Pembuatan kami mulai sejak 2 hari yang lalu, saat ini sudah tersedia sekitar 600 masker, yang nantinya akan dikirim ke Balai Besar Latihan Kerja (BBLK),” jelasnya.

Adapun bahan pembuatan dikatakan Suhirman, dari bahan kain toyobo, yang tersedia di pasaran, dengan teknik pembuatan yang dimiliki oleh siswa BLK ini.

“Kami kan bukan medis ya, jadi kami pakai bahan yang ada saja, kain yang tersedia di pasaran, yang penting bisa menutup lah,” terangnya.

Sementara itu, kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Selatan, Siswansyah mengatakan, adanya jurusan menjahit di BLK Kalsel ini merupakan kesempatan untuk untuk pihaknya memberikan kontribusi bagi masyarakat yang saat ini sangat memerlukan masker.

“Kami sudah melaporkan ini ke pimpinan (Gubernur Kalimantan Selatan), dan responnya sangat baik,” ujarnya.

Dikatakan Siswansyah, dirinya memberikan arahan, agar target pembuatan masker ini kembali ditambah, agar penyaluran masker ini juga di lakukan kepada pemerintah daerah provinsi kalimantan selatan serta warga masyarakat.

“1.000 masker untuk memenuhi permintaan BBLK, nah sisanya, kami juga ingin didistribusikan ke pemerintah Provinsi dan warga sekitar BLK,” ujarnya.

Dijelaskan Siswansyah, masker yang dibuat di semua BLK seluruh Indonesia dan didistribusikan ke BBLK ini, nantinya akan kembali didistribusikan ke daerah-daerah, terutama bagi tenaga medis yang saat ini juga sangat memerlukan dan mengalami kekurangan masker. (ASC/RDM/RHD)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat