16 Oktober 2021

Kemendikbud RI Resmi Hapus UN di 2020, Pemprov Kalsel Ikuti Intruksi Pusat

2 min read

Kepala Disdikbud Kalsel, M. Yusuf Effendi.

BANJARBARU – Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI Nomor 4 Tahun 2020 tentang penghapusan Ujian Nasional (UN) se Indonesia, maka Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan mengikuti intruksi tersebut sesuai arahan yang dimandatkan Pemerintah Pusat kepada masing-masing daerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, M. Yusuf Effendi mengatakan, keputusan ini setelah melaksanakan rapat bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, yang diarahkan langsung oleh Menteri Pendidikan serta Presiden RI, Jokowi Widodo beberapa waktu lalu sebelum adanya wabah covid-19 di Jakarta.

“Sesuai arahan dari Kemendikbud RI soal penghapusan ujian sudah tertuang di SE Nomor 4 tahun 2020 bahkan Presiden RI sudah menyampaikan  lewat video conferensnya dan sudah disaksikan dengan beberapa perwakilan di setiap SKPD bidang Pendidikan dan Kebudayaan se Indonesia bahwa ujian nasional telah ditiadakan,” tutur Yusuf kepada reporter Abdi Persada FM diruang Kerjanya, Kamis (26/3).

Siswa SMA sedang melaksanakan UN secara manual.

Kemudian, Yusuf menerangkan selain berdasarkan surat edaran dari Pemerintah Pusat pihaknya juga menghimbau walaupun UN tidak berlaku lagi pada 2021 mendatang. Namun, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tetap menginginkan agar siswa di tingkat SMK dan SMA juga harus terus meningkatkan kemampuannya guna dalam proses belajar mengajar dapat lebih maksimal.

“Oleh karena itu, kami menginginkan agar siswa ditingkat SMK/SMA masih terus meningkatkan prestasinya walapun UN sudah ditiadakan,” ungkap Yusuf.

Namun, Ia mengungkapkan, setelah penghapusan UN di 2020 ini pihaknya akan sepenuhnya menyerahkan kepada masing-masing sekolah untuk menilai siswa agar dapat lulus tanpa adanya uji kompetensi melalui sistem penilaian nasional lagi.

“Kalau UN dihapus, maka Ujian Sekolah tetap digelar jadi bagi siswa yang ingin lulus harus dapat menyelesaikan penilaian langsung dari sekolahnya baik ditingkat SMK maupun SMA di wilayah Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Siswa SMK sedang melaksanakan UNBK.

Kendati demikian, pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tetap akan melaksanakan hal tersebut terkait intruksi dari Pemerintah pusat yang  meniadakan UN di 2020 ini, untuk terus meningkatkan kualitas peserta didik baik SMK ataupun SMA, Disdikbud Kalsel berencana akan membuat sistem penilaian bagi siswa yang dinamakan Esensi Kompetensi Minimum (EKM).

“Untuk EKM ini sistemnya lebih diserahkan kepada masing-masing sekolah yang dinilai secara persuasif bahkan untuk nilai plusnya apabila yang berprestasi maka untuk mengejar kemampuan secara intelektual lebih mudah dan proses ini lebih pas dijalankan di 2021 mendatang,” ujarnya.

Untuk diketahui, dalam wacana penghapusan UN tersebut sudah ada sejak lama dan ditidadakan di 2020 ini, akan tetapi, pihak Pemerintah pusat tetap akan memberlakukan pemaksimalan sistem belajar mengajar yang produktif bagi peserta didik ditingkat SMA, SMK dan SLB yang dinaungi oleh Disdikbud Kalsel. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?