NewsProvinsi Kalsel

Hari Keempat Tanggap Darurat COVID 19, Ini Langkah Yang Sudah Diambil Gugus Tugas P3 Kalsel

BANJARBARU – Terhitung hingga hari ini Rabu (25/3), sudah 4 hari provinsi Kalimantan Selatan menetapkan status tanggap darurat COVID 19. Selama jangka waktu itu, sejumlah langkah sudah dilakukan pemerintah provinsi melalui gugus tugas penceganan pengendalian dan penanganan (P3) COVID 19. Salah satunya adalah pengetatan 3 titik perbatasan Kalimantan Selatan dengan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Baik di wilayah kabupaten Tabalong, maupun wilayah kabupaten Barito Kuala. Namun hingga Selasa (24/3), di titik perbatasan darat antara Batola dengan Kapuas, tidak terlihat adanya penjagaan sama sekali. Menanggapi fakta ini, maka pada Selasa sore (24/3), ketua harian gugus tugas P3 COVID 19 Kalsel Wahyuddin, memberikan penjelasan.

“Posko di wilayah Batola, yang berbatasan darat maupun perairan dengan Kalimantan Tengah, baru akan dibangun hari ini (Selasa) atau besok (Rabu). Sebab sejumlah pihak terkait di sana masih berkonsolidasi terkait titik – titik mana saja perlu dibangun posko cetak tangkal atau screening itu. Dan diputuskan ada tiga titik, yakni di Anjir untuk titik perbatasan darat, kemudian ada dua titik perbatasan di perairan, dimana salah satunya adalah di pelabuhan penyeberangan Marabahan. Sedangkan di Tabalong sudah ada 5 titik posko penjagaan yang sudah dimaksimalkan sejak H plus 1 status tanggap darurat,” jelasnya kepada wartawan melalui video yang dirilis pada Selasa sore (24/3).

Selanjutnya menurut Wahyuddin, langkah yang sudah dilakukan adalah menyiapkan dana insentif bagi tenaga medis, yang berada di garda terdepan merawat pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien positif Corona di rumah sakit rujukan, khususnya RSUD Ulin Banjarmasin.

“Sumbernya dari APBD provinsi ya, bukan dari APBN seperti yang diberitakan. Sampai saat ini kami belum menjadi penjelasan soal penggunaan dana APBN untuk insentif ini, namun mungkin saja dalam waktu dekat akan dicairkan mengingat transfer dana APBN dilakukan per bulan. Namun untuk saat ini, dana APBD sudah disiapkan untuk pemberian insentif itu.  Yakni 15 juta rupiah untuk dokter spesialis,  10 juta rupiah untuk dokter umum dan dokter gigi, 7,5 juta rupiah untuk perawat dan 5 juta rupiah untuk tenaga medis lainnya,” jelas lelaki yang juga menjabat kepala BPBD Kalsel tersebut.

Dalam keterangan resminya itu, Wahyuddin kembali mengingatkan masyarakat untuk patuh pada maklumat pemerintah agar diam di rumah saja, demi menghindari penyebaran virus Corona yang lebih masif. Ia juga mengingatkan soal budaya mencuci tangan pakai sabun secara rutin, mengonsumsi makanan bergizi secara berkala dalam sehari serta menjaga jarak dengan orang lain hingga 1,5 meter jika terpaksa melakukan aktivitas di luar rumah. (RIW/RDM/RHD)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat