25 Oktober 2021

Tempat Umum di Kalsel Jadi Prioritas Penyemprotan Disinfektan

2 min read

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor saat mengibarkan bendera pelepasan gerakan penyemprotan disinfektan.

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, melepas pasukan penyemprot disinfektan dari pemerintah provinsi Kalimantan Selatan, di halaman sekretariat daerah, Minggu (22/3).

Pelepasan 11 armada dari Pemerintah provinsi, yang berasal dari BPBD, Dinsos, Dinkes, Dishut, Damkar serta instansi lainnya serta dari pemerintah kota Banjarbaru ini, ditandai dengan pengibaran bendera oleh Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini.

Pelepasan juga turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Sekdaprov Kalsel yang juga selaku ketua gugus tugas pencegahan pengendalian dan penanganan (P3) Covid-19, pejabat di lingkungan Pemprov Kalsel, serta Forkopimda Kalsel.

Dikatakan Paman Birin, kegiatan ini merupakan langkah cepat dalam mengantisipasi penyebaran virus corona di Kalsel, mengingat Kalsel saat ini sudah memasuki status tanggap darurat Corona.

“Sebelum pelepasan, kita juga melakukan teleconference dengan Bupati/Walikota se-Kalimantan Selatan, jadi kita sama-sama bergotong royong, untuk mengantisipasi wabah corona yang kita ketahui masuk indonesia dan ke wilayah kita,” ujarnya.

Paman Birin juga menyampaikan, telah memberikan pengarahan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota, untuk menyiapkan rumah sakit yang mempunyai ruang isolasi yang bisa menampung sementara, sebelum dirujuk ke rumah sakit rujukan, terlebih saat ini sudah ada 1 (satu) pasien yang dinyatakan positif terjangkit virus Corona ini,” tambahnya.

Gubernur juga mengimbau kepada masyarakat, agar tetap menjaga kebersihan lingkungan, menjaga kebersihan diri dengan sering cuci tangan, serta menjaga jarak, dan menghindari kerumunan orang banyak.

Sementara itu, Kepala BPBD Kalsel, Wahyudin menjelaskan, pelepasan 11 armada penyemprotan disinfektan kali ini, merupakan gerakan resmi, setelah Kalsel menaikkan statusnya dari siaga darurat menjadi tanggap darurat.

“Penyemprotan ini dilakukan di tempat-tempat umum, seperti Mall, Halte, terminal, serta dimungkinkan juga dilakukan penyemprotan di pasar tradisional,” terangnya.

Wahyudin juga mengharapkan kepada masyarakat, agar mendukung gerakan ini, dengan cara melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri, sebagaimana yang dicontohkan oleh pemerintah.

“Ini adalah gerakan yang luas, jadi diharapkan gerakan luas ini, juga diikuti oleh kabupaten kota, jadi tidak hanya kantor-kantor saja, tetapi kita utamakan tempat-tempat umum,” katanya.

Untuk diketahui, pelepasan 11 armada dan 60 personil ini menggunakan mobil pemadam, mengingat tempat umum memerlukan obat yang banyak. Dan untuk 11 armada dari instansi pemerintah provinsi dan kota Banjarbaru ini, kemungkinan besar akan terus ditambah. (ASC/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?