NewsProvinsi Kalsel

Negatif Corona, 4 Pasien Dalam Pengawasan Asal Tanbu Dipulangkan

Surat Edaran Gubernur Kalsel Sudah Dijalankan Pemkab/Pemko Se Kalsel

BANJARBARU – Setelah lama menunggu, akhirnya pasien dalam pengawasan (PDP) Ulin 2 hingga 5 mendapatkan hasil uji sampel mereka dari Litbangkes Kementrian Kesehatan RI. Dinyatakan mereka negatif Corona, dan dapat dipulangkan. Kabar baik ini disampaikan juru bicara gugus tugas pencegahan pengendalian dan penanganan (P3) COVID 19 Kalimantan Selatan Muhammad Muslim, pada keterangannya melalui video yang disebarkan ke sejumlah media cetak dan elektronik di Kalimantan Selatan, pada Senin sore (23/3). Dengan didampingi ketua harian gugus tugas P3 COVID 19 Kalsel Wahyuddin, Muslim pun memaparkan dengan rinci jumlah orang dalam pengawasan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) yang terdata saat ini.

(Kiri ke kanan) juru bicara, ketua harian dan anggota gugus tugas P3 COVID 19 Kalsel.

“Kita akan melaporkan kondisi terbaru yang berkaitan dengan pasien yang saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Ulin Banjarmasin. Siang tadi sudah didapat hasil sampel 4 pasien dalam pengawasan (PDP) dari Litbangkes Kementrian Kesehatan RI. Dapat saya sampaikan bahwa Ulin 2,3,4 dan 5, hasil sampelnya menunjukkan negatif. Sehingga mereka dapat dipulangkan ke daerah asalnya Tanah Bumbu. Dengan begitu, maka jumlah pasien yang dirawat di Ulin saat ini tertinggal  4 orang, 3 PDP dan satu terkonfirmasi positif Corona,” jelas lelaki yang juga menjabat sebagai kepala dinas kesehatan provinsi Kalsel tersebut.

Juru bicara gugus tugas P3 COVID 19 Kalsel (dua dari kiri) didampingi ketua harian gugus tugas (tiga dari kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan Minggu sore (22/3).

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, ketua harian  gugus tugas P3 COVID 19 Kalsel Wahyuddin mengatakan, bahwa surat edaran gubernur Kalsel terkait status tanggap darurat COVID 19, sudah dijalankan pemerintah kabupaten kota se Kalsel dengan baik. Apalagi pada Minggu (22/3), Gubernur Kalsel Sahbirin Noor sudah melakukan video conference dengan seluruh kepala daerah di Kalsel untuk membahas isi dari surat edaran tersebut.

“Mulai hari ini (Senin) surat edaran gubernur tentang aksi tanggap darurat penanganan COVID 19 di provinsi Kalimantan Selatan, sudah mulai bergerak. Dan hari ini, seluruh kabupaten/kota sudah melakukan penyemprotan massal di lokasi area fasilitas umum. Kemudian juga mulai hari ini, sekolah mulai dari perguruan tinggi sampai ke PAUD juga sudah diliburkan. Termasuk sekolah agama dan swasta juga diliburkan. Kemudian juga untuk pengurangan ASN yang bekerja di kantor,  ini juga sudah dimulai. Bagi ASN yang mengalami gangguan ISPA dan tidak ada jadwal pekerjaan di kantor, ini sudah mulai bekerja dari rumah. Sehingga sebagian besar ASN sudah berada di rumah masing-masing,” urainya.

Selanjutnya Wahyuddin mengatakan, pihaknya masih mengevaluasi apakah kebijakan gubernur dengan tanggap darurat ini, masih dapat ditingkatkan atau dikuatkan lagi, terutama untuk daerah yang sudah terjangkit, seperti Banjarmasin.

“Kalau memang misalnya diperlukan jam malam, itu akan kita lihat kondisi di lapangan. Hal itu apabila sesuai surat edaran meminta masyarakat untuk tinggal di rumah, namun ternyata masih  banyak yang berada di luar rumah, maka ini akan menjadi pertimbangan untuk memberlakukan jam malam,” tutupnya.

Hingga Senin sore (23/3), data gugus tugas P3 COVID 19 Kalimantan Selatan menunjukkan jumlah orang dalam pengawasan (ODP) turun dari 416 menjadi 415 orang. Sedangkan PDP menjadi 3 orang, setelah adanya penambahan satu pasien rujukan perempuan usia 50 tahun asal kabupaten Banjar, yang masuk RSUD Ulin pada Minggu malam (22/3).  Sementara jumlah pasien terkonfirmasi positif Corona tetap satu orang, dengan kode pasien Ulin 1. (RIW/RDM/RHD)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat