28 Oktober 2021

Langkah Preventif, Kalsel Naikkan Status Menjadi Tanggap Darurat COVID 19

2 min read

Ketua gugus tugas P3 COVID 19 (tengah, berkopiah) saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Sabtu (21/3).

BANJARMASIN – Mengejutkan! Hanya dalam beberapa hari saja provinsi Kalimantan Selatan terpaksa menaikkan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat Corona Virus Disease (COVID 19). Tepatnya pada jumpa pers Sabtu sore (21/3), perubahan status itu disampaikan langsung ketua gugus tugas pencegahan pengendalian dan penanganan (P3) COVID 19 Kalsel Abdul Haris Makkie, di hadapan wartawan yang sudah berkumpul di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin.

Didampingi juru bicara gugus tugas Muhammad Muslim, ketua harian gugus tugas Wahyuddin, serta sejumlah anggota gugus tugas P3 COVID 19 Kalsel, pengumuman perubahan status itu diumumkan.

“Kita mengetahui bersama bahwa saat ini dua provinsi tetangga kita Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, sudah menetapkan status tanggap darurat, menyusul adanya temuan kasus positif Corona di daerahnya masing-masing. Melihat perkembangan ini, maka setelah melakukan konsultasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), akhirnya Gubernur Kalsel Sahbirin Noor juga meminta gugus tugas mengambil langkah preventif terkait hal tersebut. Tujuannya tidak lain untuk memberikan rasa aman dan menenangkan masyarakat, ditengah kondisi kedua provinsi tetangga yang mengapit Kalimantan Selatan tersebut. Langkah preventif yang kami ambil, adalah menaikkan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat. Peningkatan status ini, murni untuk maslahat masyarakat, dan tidak ada hubungannya dengan adanya temuan kasus positif di Kalsel. Karena hingga saat ini, Alhamdulillah kita masih nihil Corona, dan hasil uji laboratorium 5 pasien dalam pengawasan (PDP) juga masih belum kita terima,” urai lelaki yang juga menjabat sebagai Sekdaprov Kalsel tersebut.

Menyusul dengan penetapan status tanggap darurat ini, maka menurut Haris, pihaknya akan rutin memperbarui data terkait COVID 19 ini setiap 6 jam sekali. Dengan kata lain, dalam sehari akan ada dua kali update berita seputar Corona yang akan gugus tugas sampaikan kepada wartawan.

“Langkah ini sesuai prosedur yang harus dilaksanakan saat satu daerah berstatus tanggap darurat. Langkah ini juga untuk menangkal informasi palsu atau hoax yang justru dapat meresahkan masyarakat. Sebab dengan update setiap 6 jam sekali, masyarakat hanya akan mendapatkan informasi yang benar dari satu sumber terpercaya, yakni gugus tugas P3 COVID 19,” tegasnya.

Lebih lanjut Haris mengatakan, dengan perubahan status menjadi tanggap darurat ini, maka langkah cegah tangkal mulai diberlakukan sejak 21 Maret 2020 hingga 14 hari ke depan. Tindakan cegah tangkal, terutama dilakukan di wilayah yang berbatasan langsung dengan dua provinsi tetangga, Kalteng dan Kaltim. Cegah tangkal berupa pemeriksaan atau screening ketat kepada orang yang datang atau keluar melalui perbatasan darat maupun sungai, dengan dua provinsi tersebut.

“Khususnya kabupaten Barito Kuala yang berbatasan langsung dengan kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah, yang menjadi tempat temuan 2 kasus Corona positif,” tutupnya. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?