BanjarbaruNews

Turun 50 Persen, UPPD Samsat Berlakukan Pelayanan Online

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam akhir pekan ini telah mencatat, setidaknya saat ini pihaknya sedang mengalami penurunan pendapatan dileading sektor wajib pajak kendaraan bermotor sebesar 50 persen. Hal tersebut, disebabkan oleh adanya kekhawatiran masyarakat terhadap wabah virus corona atau covid-19 di wilayah Kalimantan Selatan.

Menurut Kepala UPPD Samsat Banjarbaru, Tommy Hariadi, melihat hal tersebut pihak UPPD saat ini akan terus berupaya dalam meningkatkan target PAD nya di wilayah Kalimantan Selatan khususnya di Kota Banjarbaru yang mana sumber utama pendapatannya dari pajak kendaraan bermotor.

Kepala UPPD Samsat Banjarbaru, Tommy Hariadi.

“Oleh sebab itu, kami sedang berupaya agar PAD pada triwulan II ini dapat tercapai lagi seperti triwulan I ditahun ini,” tutur Tommy.

Selain itu, Tommy melajutkan, untuk mengantisipasi terkait berkurangnya pendapatan ini, sekarang pihaknya sedang mengimplementasikan inovasi baru agar pendapatan daerah tetap stabil serta maksimal.

“Jadi, pada triwulan pertama, Alhamdulillah per 18 Maret 2020 kami dari UPPD Samsat Banjarbaru untuk wajib pajak kendaraan bermotor sudah tercapai dengan maksimal, jadi harus ada inovasi baru agar Triwulan II dapat tercapai kembali,” ungkap Tommy.

Oleh sebab itu, Tommy menyampaikan persiapan agar tercapainya target di triwulan II ini selain menghadapi kekhawatiran terhadap adanya wabah virus corona yang akhirnya menyebabkan penurunan pendapatan daerah hingga 50 persen ini. Maka, pihaknya akan segera memberlakukan sistem online sebagai perencanaan inovasinya untuk tetap bisa mencapai target yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kalimantan Selatan.

Hampir sepekan, kantor pelayanan UPPD Samsat Banjarbaru terlihat sepi.

“Jadi untuk penurunan ini memang sebesar 50 persen, yang tadi perhari bisa mendapatkan 400 juta hingga 500 juta, kini hanya separonya atau setengah saja. Makanya kami akan segera mengantisipasi ini agar PAD daerah tetap stabil guna dapat menanggulangi anggaran belanja daerah yang semakin besar,” tuturnya kembali.

Kendati demikian, Ia menyebutkan bakal ada antisipasi dalam menanggulangi turunnya pendapatan tersebut, yakni dengan memaksimalkan aplikasi Samsat Online Nasional (Samonas) yang sudah ada sejak di 2019 lalu.

“Selain akan mengkoordinasikan ini dengan pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kami akan segera mensosialisasikan ke masyarakat apabila berkunjung nantinya ke kantor pelayanan untuk mengedukasikan tentang aplikasi ini mengingat wabah virus corona ini ternyata juga berdampak, semoga dengan ini bisa berjalan baik nantinya,” jelasnya lagi

Selain itu, Tommy juga menghimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir terkait wabah tersebut, karena UPPD Samsat Banjarbaru juga sudah melakukan penyemprotan desinfektan di setiap ruangan dan kantor pelayanan publik Samsat.

“Jadi bagi masyarakat yang takut untuk datang ke Samsat juga bisa menggunakan aplikasi Samonas bahkan kami juga masih memberikan pelayanan antar jemput gratis apabila takut untuk keluar rumah,” ucapnya.

Untuk diketahui, UPPD Samsat Banjarbaru selain memberlakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta juga sudah melaksanakan penyemprotan desinfektan oleh Biddokes Polda Kalsel, pihaknya pun juga menyediakan sarana fasilitas cuci tangan bagi masyarakat yang ingin membayar wajib pajak kendaraan bermotornya di kantor pelayanan UPPD Samsat Banjarbaru. (RHS/RDM/RHD)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Close
Close
Close
WhatsApp chat