16 Oktober 2021

Kumpulkan Dinkes Se Kalsel, Ini Hasil Rakor Bersama Gugus Tugas P3 COVID Kalsel

2 min read

Juru bicara gugus tugas P3 COVID 19 Kalsel saat memberikan keterangan pada Jum'at sore (20/3).

BANJARBARU – Kondisi Kalimantan Selatan semakin terjepit, dengan penambahan jumlah kasus COVID 19 di provinsi tetangga. Terbaru, Kalimantan Tengah sudah mengumumkan bahwa terdapat 2 kasus positif Corona di provinsi tersebut. Melihat kondisi ini, dimana 3 provinsi tetangga sudah melaporkan adanya kasus positif, maka pemerintah provinsi bersama kabupaten kota merapatkan barisan dengan menggelat rapat koordinasi pada Jum’at sore (20/3) di aula Idham Khalid Banjarbaru. Hadir gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor untuk membuka rapat koordinasi yang dihadiri kepala dinas kesehatan se Kalimantan Selatan tersebut. Rapat kemudian dilanjutkan, yang dipimpin ketua gugus tugas pencegahan pengendalian dan penanganan COVID 19 Kalimantan Selatan, sekaligus sekdaprov Kalimantan Selatan Abdul Haris Makkie. Turut mendampingi juru bicara gugus tugas P3 COVID 19 Muhammad Muslim dan ketua harian gugus tugas COVID 19 Wahyuddin.

Usai rapat koordinasi, kepada wartawan juru bicara gugus tugas P3 COVID 19 sekaligus kepala dinas kesehatan Kalsel Muhammad Muslim memaparkan, ada sejumlah kesepakatan yang didapat dari pertemuan atau rapat pada Jum’at sore (20/3) tersebut. Diantaranya adalah, bahwa hingga saat ini Kalsel masih berstatus siaga darurat, sehingga pemerintah kabupaten kota harus mengikuti protokol dari penetapan status tersebut.

“Kita juga memantapkan persepsi, terkait peningkatan soal kategori pasien dalam pengawasan, yang dapat dirujuk ke rumah sakit rujukan. Dimana statusnya ditentukan dari hasil diskusi antara dinas kesehatan, dengan tim rumah sakit rujukan untuk mengkategorikan pasien dimaksud. Selanjutnya rapat tadi juga sepakat, bahwa semua daerah bersama-sama menyiapkan anggaran untuk penanganan COVID 19, dan berbagai skema regulasi untuk itu sudah disiapkan,” jelasnya.

Hal lain yang juga penting menurut Muslim, bahwa menteri kesehatan  sudah memberikan SK kepada BPTKL Banjarbaru, menjadi salah satu laboratorium yang dapat melakukan pengujian COVID 19 di wilayah Kalimantan Selatan.

“Dengan adanya SK Menkes ini, maka tidak diperlukan waktu yang lama lagi untuk mengetahui hasil uji sampel pasien dalam pengawasan, sehingga dapat segera diambil tindakan. Bahkan dengan adanya SK ini, maka fasilitas dukungan  yang diperlukan dapat segera  dimintakan kepada pemerintah pusat. Pihaknya pun sudah menyiapkan semua rumah sakit yang bisa dijadikan rujukan di Kalsel, jika terjadi peningkatan kasus. Dimana di Kalsel bertambah dengan RSUD Ansari Saleh. Sedangkan RSUD Ulin Banjarmasin yang sudah menjadi rujukan saat ini, akan  menambah fasilitas ruang isolasi hingga 40 ruangan,” tambahnya.

Saat ini data gugus tugas P3 COVID 19 Kalsel menunjukkan, setidaknya ada 123  orang dalam pemantauan (ODP) se Kalsel, yang terus dipantau kesehatannya selama 14 hari oleh otoritas kesehatan setempat. Mereka dipantau karena pernah melakukan perjalanan ke daerah endemik Corona, meski saat ini semuanya masih dalam keadaan sehat dan tinggal di rumah masing-masing. Kabupaten kota sudah diminta melaporkan perkembangan mereka setiap 6 jam sekali, kepada gugus tugas P3 COVID 19 Kalsel. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?