BanjarbaruNews

Waspada Corona, Lapas Banjarbaru Batasi Pengunjung

BANJARBARU – Lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Banjarbaru, melakukan upaya pencegahan penyebaran virus corona dengan membatasi pengunjung atau kedatangan keluarga warga binaan.

“Sebelum merebaknya virus Corona ini pengunjung tidak dibatasi, tapi sekarang hanya diperbolehkan 5 orang saja setiap warga binaan,” ujar Kasi Pembinaan anak didik dan kegiatan kerja (Binasdik Yatja), Hardiyanto,  saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/3).

Dikatakan Hardiyanto, pihaknya telah menerima surat edaran, dari sekretaris jenderal Kementerian Hukum dan HAM, yang mengintruksikan kepada setiap lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan, agar melakukan beberapa langkah pencegahan penyebaran virus Corona ini.

Salah satu poin utamanya adalah agar melakukan koordinasi dengan instansi kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas dan dinas kesehatan.

“Baru saja kami melaksanakan edukasi kepada warga binaan, bekerjasama dengan rumah sakit idaman Banjarbaru, mengenai virus Corona ini,” ujarnya.

Selain itu pihaknya juga mengaku terus melaksanakan pemeriksaan kesehatan warga binaan setiap harinya, dengan di bantu oleh kader kesehatan yang merupakan warga binaan terlatih yang di tempatkan di setiap blok tahanan.

“Satu blok satu kader, jadi kalau mereka menemukan ada gejala-gejala, maka bisa langsung melaporkan,” terangnya.

Khusus untuk warga binaan baru, menurut Hardiyanto akan di lakukan pemeriksaan secara detail, dan pemantauan selama satu minggu, apabila ditemukan gejala yang dimungkinkan terjangkit virus Corona, maka akan di masukkan ke ruang khusus.

“Hingga saat ini, dari total 1.880 warga binaan, yang terbagi dari 1.633 orang narapidana dan 247 tahanan ini belum ditemukan gejala-gejala tersebut,” paparnya.

Himbauan lainnya, lanjut Hardiyanto, yaitu menyediakan tempat cuci tangan di titik-titik yang dianggap rawan, seperti pintu penjaga utama (P2U) dan tempat kunjungan sebagai upaya pencegahan ini.

Untuk jam besuk sendiri dikatakannya, tidak ada perubahan, karena di kalimantan selatan masih berstatus siaga darurat, atau belum masuk dalam zona merah, namun bagi pengunjung atau keluarga yang sakit seperti demam dan flu, tidak akan diizinkan untuk masuk.

“Tapi tidak menutup kemungkinan, apabila pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menutup sekolah hingga tempat-tempat umum, maka kami juga akan menutup kunjungan secara total, dan ini sudah kami sampaikan kepada warga binaan dan pengunjung,” jelasnya. (ASC/RDM/RHD)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat