28 Oktober 2021

Satu Pasien PDP Covid 19 Meninggal Dunia, Ini Tindakan Yang Diambil Gugus Tugas P3 Kalsel

2 min read

Jubir gugus tugas P3 COVID 19 Kalsel.

 BANJARMASIN – Rabu pagi (18/3) menjadi hari perdana gugus tugas pencegahan, pengendalian dan penanganan (P3) COVID 19 Kalimantan Selatan menggelar jumpa pers, setelah secara resmi dibentuk pada Senin (16/3) di Banjarbaru. Bertempat di aula dinas kesehatan Kalimantan Selatan kawasan Belitung Banjarmasin, jumpa pers dipimpin langsung juru bicara gugus tugas P3 COVID 19 Kalsel sekaligus kepala dinas kesehatan Kalsel Muhammad Muslim, didampingi 3 pejabat lingkup pemerintah provinsi Kalsel. Yakni kepala dinas Kominfo Kalsel, kepala biro Adpim, serta direktur RSUD Ulin Banjarmasin. Sebelum kegiatan dimulai, setiap wartawan yang datang harus melewati pemeriksaan suhu tubuh menggunakan therman gun, untuk memastikan kondisi mereka sehat dan tidak demam. Selain itu mereka juga disarankan mencuci tangan terlebih dulu, atau menggunakan hand sanitizer.

Dalam keterangannya pada jumpa pers tersebut, juru bicara gugus tugas P3 COVID 19 Kalsel Muhammad Muslim menyampaikan kondisi terkini 5 pasien dalam pengawasan (PDP), yang saat ini masih dirawat di rumah sakit Ulin Banjarmasin. Dipastikan 4 pasien dalam kondisi membaik, dan satu orang pasien (dengan penyebutan Ulin 1) masih dalam perawatan intensif. Meski membaik, Ulin 2 hingga Ulin 5 masih dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin, karena belum mendapatkan hasil dari Litbangkes Kementrian Kesehatan RI, soal kepastian status COVID 19 mereka.

“Kemudian yang ingin saya sampaikan lagi, bahwa pada 16 Maret 2020 sekitar pukul 20.00 malam, RSUD Ulin kembali menerima pasien rujukan dari salah satu rumah sakit di Banjarmasin. Pasien Ulin 6 ini, berjenis kelamin laki-laki dengan usia 58 tahun. Saat masuk mengeluhkan sesak nafas, dan kondisi kesehatannya kurang baik. Kemudian diketahui juga bahwa pasien ini memiliki gejala pneumonia dan riwayat penyakit Diabetes Melitus (DM). Namun dapat saya kabarkan kembali, pasien Ulin 6 ini meninggal dunia pada pukul 00.15 pada 18 Maret 2020. Sebelumnya tim dokter sudah mengambil sampel dari pasien Ulin 6, dan dikirim ke Litbangkes Kementrian Kesehatan RI,” urai Muslim di hadapan puluhan wartawan cetak dan elektronik yang hadir.

Terkait kondisi ini kemudian, Muslim mengatakan bahwa, setidaknya diperlukan waktu hingga beberapa hari ke depan, untuk mengetahui hasil uji sampel 6 PDP di RSUD Ulin tersebut. Hal itu mengingat, jumlah spesimen yang harus diperiksa Litbangkes Kementrian Kesehatan mencapai ribuan sampel dari seluruh Indonesia.

“Oleh karena itu, gubernur menyarankan agar kita dapat meminta wewenang kepada kementrian kesehatan RI untuk dapat melakukan uji sampel, di labotatorium yang kita miliki. Apalagi laboratorium kita mampu melakukannya, dan SDM nya sudah terlatih untuk itu. Tinggal masalah wewenang atau izin saja lagi. Jika kita dapat melakukan pengujian sendiri, maka hasil uji sampel dapat segera diketahui, dan ini akan menjadi patokan pemerintah provinsi menentukan status daerah terkait COVID 19. Namun yang pasti saat ini, status kita masih siaga darurat,” jelasnya. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?