25 Oktober 2021

Bakeuda Kalsel Akan Adopsi Tata Kelola TNT Jateng

2 min read

Kabid Perbendaharaan Daerah Bakeuda Kalsel, Nurul Anwar dan Kasubbid Perbendaharaan Bakeuda Kalsel, Ahmad Fauzi.

BANJARBARU – Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Kalimantan Selatan akan segera mengadopsi dan mengimplementasikan sistem tata kelola perbendaharaan daerah milik Provinsi Jawa Tengah tentang transaksi non tunai (TNT) melalui deposito yang akan menjadi pendapatan asli daerah (PAD) yang baru di wilayah Provinsi Kalimatan Selatan.

Menurut Kepala Bidang Perbendaharaan Daerah Bakeuda Kalsel, Nurul Anwar, dalam hasil studi komparasi yang telah dilaksanakannya pada 11 dan 12 Maret lalu, bersama Kasubbid Perberdaharaan Bakeuda Kalimantan Selatan dapat bisa segera diimplementasikan sesuai dengan kunjungannya ke Provinsi Jawa Tengah.

“Kami berharap setelah melaksanakan ini, yang jelas akan dikoordinasikan dulu sesuai yang permintaan Pemerintah Provinsi Kalsel dan akan segera diinformasikan,” tutur Nurul.

Setelah melaksanakan studi komparasinya di Jawa Tengah selama dua hari tersebut, Nurul melanjutkan, dalam pelaksanaan tersebut pihaknya juga akan mengadopsi sistem transaksi non tunai atau yang dikenal dengan sebutan TNT,  walaupun tata pengelolaannya tidak jauh berbeda dengan yang jalankan oleh Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Bakeuda Kalimantan Selatan.

“Maka dari itu, pelaksanaan studi komparasi yang kami lakukan ini banyak sekali yang kami dapatkan selain TNT,” tutur Nurul lagi.

Sementara itu, Kasubbid Perbendaharaan Daerah Kalimantan Selatan, Ahmad Fauzi mengatakan dari hasil yang sudah dilaksanakan ditempat tersebut, maka pihaknya akan berfokus dalam tata pengelolaan deposito melalui transaksi non tunai (TNT).

“Dari hasil yang kami dapatkan disana, maka dalam hal ini, dapat diterapkan sistem TNT sebagai pendapatan daerah di Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Selian itu, Ia mengungkapkan sistem deposito yang akan dijalankan pihaknya tidak jauh berbeda dengan Pemprov Jateng, namun, tata kelolanya lah yang dapat diadopsi.

“Kalo Kalsel untuk TNT sudah diatas Rp1 juta, tetapi kalau Pemerintah Provinsi Jateng untuk TNTnya sudah Rp2 juta dan nantinya akan dijadikan deposito di bank,” ungkap Fauzi.

Kemudian, Fauzi menambahkan dalam sistem deposito yang akan dijalankan oleh pihak Bakeuda Kalsel ini nantinya dapat menghasilkan pendapatan baru bagi Provinsi Kalsel, baik dalam pembangunan daerah ataupun kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.

“Jadi kalau sudah menjadi PAD, maka secara otomatis dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di Kalimantan Selatan salah satu adanya pengadaan mobil ambulance dan sebagainya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga memaparkan terkait pemanfaat deposito tersebut agar dalam penerapannya nanti dapat lebih maksimal. Maka dari itu, dalam waktu dekat ini Bakeuda Kalsel akan segera mengkoordinasikan hal tersebut kepada Pemerintah Provinsi Kalsel terkait hasil studi komparasinya dan program yang akan djalankan sesuai bidangnya masing-masing. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?