19 Oktober 2021

Menguatkan Komitmen Dalam Pengembangan Ekonomi Ummat, Bank Kalsel Gandeng PT Industri Pesantren Indonesia

2 min read

Dirut Bank Kalsel (kiri pegang surat perjanjian) bersama Dirut PT Industri Pesantren Indonesia (kanan pegang surat perjanjian) befoto usai penandatanganan pada Rabu (11/3).

BANJARMASIN – Upaya Bank Kalsel untuk menguatkan posisinya dalam mengembangkan ekonomi umat melalui lembaga pesantren maupun unit usahanya di Banua, kembali dibuktikan.

Terbaru, Bank Kalsel melakukan perjanjian kerjasama dengan PT Industri Pesantren Indonesia tentang pemberian fasilitas pembiayaan penyelenggara ibadah umroh dan pengelolaan dana. Penandantanganan kerjasama dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin, dengan Direktur Utama PT Industri Pesantren Indonesia Edy Setyo Utomo, Rabu (11/03) di Aula Lantai 3 Kantor Pusat Bank Kalsel.

“Penandatanganan kerjasama ini merupakan realisasi konkrit atas hasil pertemuan yang Bank Kalsel lakukan bersama organisasi IPI (Ikatan Pesantren Indonesia) maupun PT Industri Pesantren Indonesia. Semoga dengan adanya penandatanganan kerjasama ini, Bank Kalsel bisa menguatkan komitmennya dalam mengembangkan ekonomi umat di Banua melalui pesantren maupun unit usahanya,” tegas Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin.

Sebagai langkah awal, kerjasama yang akan dilakukan oleh Bank Kalsel bersama PT Industri Pesantren Indonesia, adalah membantu memudahkan anggota IPI dalam berangkat umroh ke tanah suci dengan skema dana talangan umroh, maupun tabungan umroh melalui produk pembiayaan multijasa Ib Ar Rahman dengan akad ijarah, dari unit usaha syariah (Bank Kalsel Syariah).

“Ke depan kerjasama lainnya akan terus dikembangkan lagi, dalam mendukung usaha produktif salah satunya adalah melakukan pembinaan unit-unit usaha pesantren yang potensial di bawah organisasi IPI yang sebelumnya unbankable, lalu kita dorong menjadi feasible, kemudian naik menjadi bankable agar dapat diberikan bantuan permodalan oleh Bank Kalsel. Melalui pembinaan unit-unit usaha pesantren yang tergabung dalam IPI tersebut diharapkan juga dapat berdampak positif terhadap serapan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Kalsel yang targetnya naik, dari 300 miliar rupiah di tahun 2019 lalu, menjadi 500 miliar rupiah di Tahun 2020. Hal ini tentunya juga sudah sejalan dengan misi Bank Kalsel yang terus ingin meningkatkan penyaluran kreditnya di sektor produktif,” tambah Agus.

Sementara itu, Direktur PT Industri Pesantren Indonesia Edy Setyo Utomo mengaku, menyambut baik penandatanganan kerjasama yang dilakukan dengan Bank Kalsel. Diharapkannya melalui kerjasama ini nantinya banyak anggota IPI Kalsel yang dapat menunaikan ibadah umroh melalui bantuan skema dana talangan umroh maupun tabungan umroh melalui produk pembiyaan multijasa Ib Ar Rahman dengan akad ijarah dari Bank Kalsel Syariah.

Dijelaskannya PT Industri Pesantren Indonesia dibentuk untuk dapat menaungi berbagai bidang usaha yang dibentuk atau dijalankan secara legal. Diharapkan hadirnya PT Industri Pesantren Indonesia tidak saja dapat mengembangkan ekonomi pesantren, namun juga dapat membantu pendanaan pesantren dibawah naungan IPI agar lebih mandiri.

“Kami berharap kedepannya kerjasama yang dapat dilakukan dengan Bank Kalsel dapat berkembang ke sektor-sektor usaha lainnya yang sedang maupun yang sudah digarap oleh PT Industri Pesantren Indonesia. Ini penting demi perkembangan usaha kedua belah pihak maupun perkembangan ekonomi umat melalui pesantren kedepannya agar lebih maju lagi,” tukasnya. (HUMASBANKKALSEL/RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?