16 Oktober 2021

Tingkatkan Kualitas, Pemprov Kalsel Tawarkan Peremajaan Sawit

2 min read

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi.

BANJARBARU – Salah satu komoditas unggulan sektor perkebunan di Kalimantan Selatan saat ini adalah sawit. Dari data yang ada, luas lahan sawit di Kalimantan Selatan sebanyak 549.000 hektar, yang mana 104.000 hektarnya merupakan usaha dari pekebun sawit rakyat.

Menanggapi isu turunnya harga sawit, imbas dari merebaknya virus Corona saat ini, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi menduga, terjadi kepada pekebun sawit rakyat, yang belum bermitra dengan perusahaan besar atau inti. Baik perusahaan swasta maupun pemerintah.

“Memang ada pengaruh, tapi penetapan harga TBS (tandan buah segar) di Kalsel masih 1.800 rupiah,” terangnya.

Suparmi menambahjan, pekebun rakyat swadaya ini memang sedang dioptimalkan untuk peningkatan produktivitas dan kualitasnya, agar bisa diterima secara continue oleh perusahaan besar, yang mana sesuai dengan arahan dari pimpinan daerah, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yakni melalui program peremajaan sawit, yang ditawarkan oleh pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk berkebun rakyat swadaya, sebagai salah satu solusi agar petani pekebun swadaya ini turut menikmati harga TBS yang di tetapkan oleh pemerintah.

“Perbedaan harga jauh, kalau dari harga yang ditetapkan pemerintah saat ini 1.800, dan selalu mengalami kenaikan dari 5 – 12 persen selama empat bulan terakhir ini, sedangkan di pengepul yang dijual oleh pekebun rakyat swadaya ini paling tinggi 1.000 rupiah, bahkan dibawah itu,” ujarnya.

Ada beberapa kendala yang dihadapi oleh para pekebun rakyat swadaya ini, untuk bisa bermitra dengan perusahaan besar, antara lain usia tanaman di bawah 10 tahun, karena tidak sesuai dengan Permentan tahun 98, kemudian ada kecenderungan bibit yang mereka gunakan adalah bibit palsu, sehingga selain produksi CPO nya yang rendah juga bisa merusak mesin giling, karena kulit buah yang lebih tebal.

“Makanya pemerintah melakukan upaya peremajaan sawit ini, agar produksi produktivitas dan kualitasnya yang dihasilkan oleh perkebunan swadaya ini meningkat,” jelasnya.

Dikatakan Suparmi, Kalimantan Selatan mendapatkan alokasi peremajaan sawit di tahun 2020 ini seluas 2.800 hektar, yang mana dana ini berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) , yang merupakan dana non APBN dan non APBD, yang berasal dari Kemenkeu yakni dari dana ekspor kelapa sawit, CPO dan produk turunannya.

“Dana ini dihimpun, kemudian dikembalikan lagi kepada pekebun, berupa program peremajaan sawit rakyat,” terangnya.

Untuk setiap pekebun, lanjut Suparmi, mendapatkan alokasi seluas 2 hingga 4 hektar, dengan anggaran 25 juta rupiah per hektar nya.

Untuk lahan peremajaan sawit di Kalimantan Selatan ada empat kabupaten, yakni Kabupaten Kotabaru, Banjar, Tanah Bumbu dan Tanah Laut.

“Dari hasil rekomtek, sudah lebih dari 1.300 hektar lahan, dan sudah cair sekitar 800 hektar,” tutupnya. (ASC/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?