28 Oktober 2021

Sosialisasikan Perda Penyelenggaraan Kearsipan, Pemrov Kalsel Dapat Apresiasi ANRI

2 min read

Kadispersip Kalsel, Nurliani Dardi (Tengah) bersama Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan ANRI, Andi Kasman (Kanan).

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali mendapatkan apresiasasi penuh dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) terkait kegiatan sosialisasi Perda Provinsi Kalsel Nomor 1 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan kearsipan, yang dilaksanakan di salah satu hotel di Banjarbaru, Senin (9/3).

Kadispersip Kalsel, Nurliani Dardi dalam sambutannya saat pembukaan Sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Kearsipan.

Menurut Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan ANRI, Andi Kasman, kegiatan yang seharusnya hanya bisa dilaksanakan dalam skala nasional ini, dirinya tidak menyangka dapat dilakukan oleh Pemerintah Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan.

“Saya datang langsung ke sini untuk menyaksikan kegiatan ini dan sontak membuat saya sangat kagum dengan pelaksanaannya, walaupun akhirnya menjadi narasumber,” tuturnya.

Peserta Sosialisasi Perda tentang penyelenggaraan Kearsipan yang diikuti lebih dari 60 orang.

Sosialisasi yang diberikan khusus untuk BUMD, bidang pendidikan serta organisasi Politik dan masyarakat ini menurutnya, ternyata banyak mendapatkan perhatian khusus, walaupun hanya diikuti 60 orang saja.

“Kegiatan ini kali kedua yang saya ikuti dan itupun berskala nasional, dan ini luas biasa Kalsel dapat menggelarnya ditingkat daerah kalau untuk skala nasional harus didukung penuh,” ungkapnya.

Kendati demikian, ANRI bukan hanya mengapresiasi dalam kegiatannya saja, akan tetapi, juga sangat mendukung apabila Dispersip Kalsel bersedia kembali mengikuti perlombaan kearsipan tingkat Nasional, yang sebelumnya di 2011 lalu Pemprov Kalsel berhasil mendapatkan penghargaan dengan predikat juara harapan 3 dibidang pengawasan kearsipan untuk tingkat Provinsi se Indonesia.

“Semoga, di 2020 ini Dispersip Kalsel bisa ikut lagi yang berpotensi bisa menang dari juara harapan ke peringkat satu,” ucap Andi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan, Nurliani Dardi, mengatakan walaupun pihaknya saat ini masih mempunyai keterbatasan pegawai tekhnis dibidang kearsipan, namun, tetap saja tidak membuat pihaknya mengeluh untuk terus menjalankam programnya di 2020.

“Ya, saat ini kami mengalami kekurangan tenaga dibidang kearsipan namun karena tekad dan perjuangan dari bidang dan yang lainnya kami masih terus bisa menjalankan program sesuai tagline kami, bergerak untuk kemajuan,” ujar Bunda Nunung, sapaan akrab Kepala Dispersip Kalsel.

Selain itu, Bunda Nunung juga memaparkan dalam meningkatkan mutu terbaik soal pengetahuan dibidang kearsipan perlu adanya sosialiasi secara maksimal, maka dari itu, pihaknya juga akan berencana menggelar kegiatan tersebut dengan skala yang lebih besar lagi.

“Melihat potensi peserta yang ada walaupun kecil, kedepannya kami akan menggelar acaranya dalam skala dan tempat yang lebih besar lagi,” harap Bunda Nunung.

Bahkan, Ia menginginkan, kegiatan ini menjadi satu pembelajaran dan semangatnya agar terus melaksankan programnya sesuai target mulai dari tata pengelolaan, pengawasan dan pendataan pengadministrasian sesuai dengan dibidangnya, yakni kearsipan.

“Kemarin, kami sangat senang karena Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali mendapatkan penghargaan terkait tata kelola pengawasan kearsipan yang diterima langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kegiatan yang berisi sosialisasi tentang Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 1 Tahun 2017 terkait penyelenggaraan Kearsipan ini, mengangkat tema “Implementasi Peraturan Perundang-undangan Kearsipan Menghadapi Hoax di Era Post-Truth”. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?