16 Oktober 2021

Mau Cegah Diabetes? Rutin Olahraga Dari Sekarang

2 min read

Suasana Dialog.

BANJARBARU – Penyakit diabetes melitus atau dikenal masyarakat kencing manis, masih menjadi penyakit yang berbahaya dan menakutkan, karena dapat menyebabkan komplikasi. Penyebab penyakit diabetes ada dua, untuk tipe satu dikarenakan adanya gangguan pada pankreas. Sedangkan diabetes tipe dua, kebiasaan makan yang tidak berimbang, misalnya terlalu banyak mengkonsumsi manis, kurang makan sayur, buah dan air putih, serta tidak adanya pergerakan tubuh dalam sehari hari.

Hal itu diketahui, dalam program “Dialog Persada” dengan mengangkat tema, olahraga pada penderita diabetes, edisi Senin (9/3).

Hadir sebagai narasumber, dalam program yang dipandu Jorjie Satrio sebagai Host, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan yakni Dokter muda staf pelayanan Balai Kesehatan olahraga masyarakat, Nadia Savitri.

Menurut Nadia, masyarakat harus mengetahui gejala dini diabetes mellitus ini. Sehingga sejak saat ini berhati-hati dalam membiasakan pola makan hidup sehat. Biasanya gejala awal yang sering dibiarkan, adanya kesemutan di tangan dan di kaki. Itu menandakan adanya tekanan di saraf tubuh, kemudian pandangan mata yang kabur, bahkan kaki kebas saat luka hingga bernanah. Kemudian bagi gejala yang dinilai membahayakan, adanya plak di jantung menyebabkan kesulitan dalam mempompa jantung tersebut.

“Dengan diketahui gejala dari sekarang, maka bisa memeriksa diri ke apotek terdekat, untuk mengetahui kadar gula darah,” Katanya.

Disampaikan Nadia dalam dialog, untuk kadar gula darah tidak berpuasa dibawah dari 200mg, sedangkan saat puasa 126mg, kalau dari hasil pemeriksaan darah melebihi, maka harus dilakukan pengobatan rutin dan diet, namun cara makan tetap saja ada perubahan, melalui dikurangi porsinya untuk nasi karena karbohidrat, dan lebih banyak sayur mayur, serta disarankan wajib mengkonsumsi buah.

“Pantangan lain jangan selalu mengkonsumsi makanan manis dan berlemak, supaya tidak memicu naiknya gula darah,” ucapnya.

Dalam dialog juga terungkap, untuk ciri-ciri lain seperti sering kencing, sering merasa lapar dan sering haus, juga patut diwaspadai, karena diabetes mellitus tidak hanya menyerang pada bobot tubuh berlebihan, namun yang kurus pun bisa saja terjadi, maka pengetahuan sejak dini perlu bagi semua lapisan masyarakat.

“Berat badan tidak harus menjadi tolak ukur terbebas dari penyakit diabetes mellitus, maka penting memeriksakan diri kalau sudah muncul gejala ringan,” tuturnya

Nadia juga menjelaskan, dari data sementara, untuk pengidap penyakit diabetes mellitus, selalu terjadi peningkatan setiap Tahun, sebelumnya terdapat 425 juta se-Indonesia, sekarang menjadi 463 se-Indonesia, dengan demikian mulai sekarang biasakan hidup sehat, rutin berolahraga.

“Bentuk olahraga itu ada dua macam, yang terukur dan teratur, yaitu latihan aerobik dan angkat beban ringan,” jelasnya.

Akhir sesi dialog dikatakan Nadia, untuk durasi olahraga aerobik, disarankan tiga sampai lima kali dalam seminggu, sedangkan untuk angkat beban ringan antara 2 hingga 3 kali seminggu, dengan durasi masing masing 150 per menit. Manfaat kedua olahraga ini, melatih kekuatan otot jantung, mengatur glukosa, dan membuat terkontrol insulin. (NHF/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?