16 Oktober 2021

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin : Pasien Suspect Corona Tidak Benar, Ia Hanya Menderita Saluran Pernapasan

2 min read

Direktur Utama RSUD Ulin Banjarmasin dr Suciati.

BANJARMASIN – RSUD Ulin Banjarmasin, Kalimantan Selatan, secara resmi menyampaikan pasien rujukkan dari salah satu daerah di Provinsi Kalsel yang sebelumnya diduga suspect corona, tidaklah benar.

Keterangan ini disampaikan Direktur Utama RSUD Ulin Banjarmasin dr Suciati didampingi dr spesialis paru Isa, serta humas RSUD Ulin Banjarmasin, pada Jumpa Pers di rumah sakit tersebut, Jumat (6/3).

Pada keterangan pers dr Suci menyampaikan, terkait maraknya pemberitaan di media sosial pada Kamis sore (5/3) adanya pasien yang dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin dengan surat keterangan suspect corona, namun setelah dilakukan pemeriksaan ternyata hasilnya pasien hanya menderita saluran pernapasan atau ISPA.

dr Suci menyampaikan, surat rujukan dokter klinik setempat tidak bertandatangan. Namun begitu, pihak RSUD Ulin tetap melakukan prosedur pemeriksanaan yang tepat, untuk pasien tersebut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan foto rotgen, hasilnya paru-paru pasien bersih. Pasien hanya menderita saluran pernapasan atau ISPA,” ungkap Suciati.

Bahkan, lanjut Suciati, pasien tidak pernah berkunjung atau melakukan perjalanan ke luar negeri.

Menurut dr Suci, pasien yang dirujuk tersebut seorang laki laki berusia sekitar 31 tahunan, pegawai swasta dari salah satu daerah di Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan tersebut dr Suciati juga meminta agar warga di Provinsi Kalimantan Selatan tidak panik terhadap virus corona, mengingat di Provinsi Kalimantan Selatan tidak terjadi virus tersebut, dan berharap tidak pernah ada pasien yang terkena.

Menurut dr Suci, agar warga tidak terkena virus tersebut, maka warga di provinsi ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh mereka, dengan mengkonsumsi makanan bergizi.

“Warga juga diminta menjalani pola hidup bersih, sering melakukan cuci tangan setelah beraktivitas,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Suciati, warga juga diminta untuk tidak sering memegang wajah mereka.

“Dengan melakukan hal tersebut maka warga tidak perlu cemas terkena virus corona,” tegas dr Suciati. (SRI/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?