16 Oktober 2021

Dinkes : Cegah Corona, Cuci Tangan Pakai Sabun

2 min read

Salah satu toko obat yang mengaku kehabisan stok masker di Banjarmasin.

BANJARMASIN – Ada masker? Kosong! Itulah kata yang sering kita dengar akhir-akhir ini, pasca merebaknya virus Corona di dunia. Apalagi setelah pada Senin (2/3) presiden – Joko Widodo mengumumkan bahwa ada 2 kasus Corona positif di Indonesia, maka semakin banyaklah orang yang berseliweran ke toko kelontong, mini market dan apotek, hanya untuk menanyakan keberadaan masker. Itu pula yang terjadi di Banjarmasin. Namun apa daya, keberadaan benda bernama masker ini sudah kosong di kota ini, sejak beberapa bulan terakhir. Bahkan terhitung Februari 2020, masker benar-benar menghilang dari peredaran. Jikapun ada, itupun harganya meroket hingga beratus kali lipat, dengan harga tertinggi hingga 300 ribu rupiah lebih per kotak untuk masker SNI yang umum dipakai masyarakat.

“Kosong sejak awal Februari kemarin. Kami sudah mencari kemana-mana tetap saja kosong. Ada yang mau borong berapapun katanya harganya. Ya gimana lagi, memang barangnya kosong. Kami biasanya jual satu kotak sekitar 25 sampai 27.500 rupiah, itupun sudah untung. Tapi sekarang barangnya kosong, jikapun ada bakalan mahal sekali harganya,” jelas salah seorang pengelola toko obat berizin di Banjarmasin, Slamet.

Fenomena ini langsung ditanggapi dinas kesehatan Kalimantan Selatan, dengan mengeluarkan imbauan sesuai petunjuk dari organisasi kesehatan dunia (WHO) dan juga kementrian kesehatan. Yakni bahwa penggunaan masker tidak efektif untuk mencegah Corona. Masker digunakan secara proporsional, misalnya digunakan orang yang batuk, pilek, untuk mencegah Ia menularkan penyakitnya kepada orang lain. Masker dapat saja digunakan orang sehat, jika Ia terpaksa berada di tengah kerumunan dalam waktu lama, atau merawat orang sakit.

“Panik jangan, tapi waspada harus. Memborong masker adalah tindakan panik. Tindakan yang harus dilakukan untuk mencegah Corona, adalah dengan melaksanakan pola hidup sehat. Rajin berolahraga, cukup istirahat, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, perbanyak minum air putih, dan yang penting juga sering mencuci tangan dengan sabun. Cara ini yang efektif menjaga kesehatan kita, dan agar terhindar dari segala macam penyakit, termasuk Corona,” jelas kepala dinas kesehatan Kalimantan Selatan Muhammad Muslim, saat ditemui wartawan di RSUD Ulin Banjarmasin pada Selasa (3/3).

Muslim juga menegaskan, bahwa pemerintah provinsi sudah melakukan langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya Corona di Kalimantan Selatan, sejak kasus ini pertama kali terdeteksi di China.

“Kita sudah pasang alat pendeteksi suhu tubuh di semua pintu masuk menuju Kalimantan Selatan, baik di pelabuhan maupun bandara. Hal ini untuk memastikan tidak ada orang asing atau luar Kalsel yang datang dengan kondisi demam dengan suhu 38 derajat Celcius, batuk dan juga sesak nafas. Selain itu, dua rumah sakit rujukan juga sudah disiapkan untuk merawat pasien Corona. Yakni RSUD Ulin Banjarmasin dan RSUD Bunyasin Pelaihari Tanah Laut,” tambahnya.

Ruang isolasi RSUD Ulin Banjarmasin untuk pasien Corona.

Berdasarkan pengumuman pemerintah, tercatat ada 100 rumah sakit di Indonesia yang disiapkan pemerintah untuk merawat pasien positif Corona. Termasuk dua diantaranya di Kalsel, yakni RSUD Ulin Banjarmasin dan RSUD Bunyasin Pelaihari Tanah Laut. Seluruh rumah sakit rujukan ini, memiliki ruang khusus untuk mengisolasi pasien Corona, dengan peralatan dan SDM yang siap melakukan pelayanan dengan maksimal. RSUD Ulin Banjarmasin,  sebagian salah satu rujukan, mengaku menyiapkan 8 ruang isolasi sebagai antisipasi Corona di Kalimantan Selatan. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?