NewsProvinsi Kalsel

Balitbangda Kalsel Akan Susun Pengelolaan PAD Kebun Raya Banua

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kalimantan Selatan akan terus berupaya melakukan evaluasi serta pengembangan dalam menyusun pengelolaan PAD bagi wisata Kebun Raya Banua yang berada di kawasan kompleks pekantoran Setdaprov Kalsel pada 2020 ini dengan konsep edukasi dan pengetahuan.

Kepala Balitbangda Kalsel, Muhammad Amin.

Kepala Balitbangda Kalsel, Muhammad Amin mengatakan selain melakukan kajian baik secara umum maupun ilmiah, Balitbagda Kalsel juga akan segera menyusun perangkat lainnya serta fasilitas pendukung agar tempat wisata tersebut dapat sesuai dengan konsep yang diinginkan Pemerintah Provinsi Kalsel.

“Untuk konsep, yang pasti kami menginginkan adanya edukasi dan pengetahuan khususnya bagi pelajar dan mashasiswa yang melakukan penelitian ataupun hanya sekedar liburan atau bahkan ingin melakukan studi tour bersama, ini sangat membantu mereka nantinya,” ujar Kepala Balitbangda Kalsel, M. Amin kepada Abdi Persada FM diruang kerjanya, Selasa (3/3).

Kemudian, Ia melanjutkan, dalam upaya memberikan edukasi terhadap masyarakat, pihaknya pun juga akan segera menyusun dan mengelola pendapatan sendiri melalui wisata Kebun Raya Banua yang dibantu langsung oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang merupakan bagian struktural dari Balitbangda Kalsel dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Taman Kebun Raya Banua.

“Jadi, untuk pengelolaan PAD dari Kebun Raya Banua ini nantinya akan kami susun terlebih dahulu bersama dengan UPTD yang mengelola wisatanya tersebut,” ungkap Amin.

Menurut Amin, selain fokus dalam pengelolaan retribusi yang dihasilkan oleh wisata Kebun Raya Banua dan masuk sebagai PAD tambahan bagi Pemerintah Provinsi Kalsel ini, perencanaan penambahan fasilitas pendukung lainnya pun juga terus diupayakan. Maka dari itu, Balitbangda Kalsel juga sudah menyediakan beberapa penunjang lainnya seperti taman-tanaman langka hingga tanaman obat-obatan yang sekarang sudah sulit dijumpai.

“Apabila para pelajar dan masyarakat umum sudah masuk sekaligus berkunjung ke lokasi wisata Kebun Raya Banua ini, maka jangan heran nantinya bakal menjumpai tanaman obat-obatan langka dan berbagai macam angrek di sana. Bahkan, yang penasaran dengan pohon ulin kami juga menyediakan disana,” tutur Amin.

Taman Buah Kebun Raya Banua.

Meski demikian, Ia mengungkapkan, apabila perencanaan tersebut sesuai harapan, maka secara tidak langsung pihaknya juga akan menambahkan perangkat lainnya, yaitu pemandu wisata hingga pengelola keuangan untuk menghitung hasil pendapatan dari restribusi tersebut hingga dapat terkelola dengan baik sebagai PAD bagi Pemerintah Provinsi Kalsel dalam menambah pembangunan bagi Banua.

“Kita mengharapkan adanya wisata ini bukan hanya sebagai sarana rekreasi saja, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi pelajar dan mahasiswa apabila ada penelitian ini sangat berguna sekali, dan semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya,” harap Amin.

Selain itu, mengingat Raperda tentang Pengelolaan Kebun Raya Banua juga telah disepakati oleh DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, maka, Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Balitbangda Kalsel akan terus mengevaluasi dan terus mengembangkan serta mengakaji agar wisata tersebut dapat lebih dimaksimalkan baik dalam sektor pendapatan maupun pengetahuan bagi masyarakat di wilayah Kalimantan Selatan. (RHS/RDM/RHD)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat