28 Oktober 2021

Pasca Resmikan Jembatan, Pelebaran Jalan Sungai Lulut, Jadi Target Paman Birin Selanjutnya

2 min read

Kepala Dinas PUPR Kalsel saat menjelaskan soal rencana pelebaran jalan Sei Lulut kepada wartawan.

BANJAR – Padat merayap. Itulah pemandangan keseharian di kawasan Sungai Lulut, terutama pada pagi dan sore hari, atau bertepatan dengan waktu berangkat serta pulang kerja. Namun setelah renovasi tiga jembatan di kawasan ini rampung dikerjakan, kepadatan menjadi sedikit berkurang, khususnya di titik-titik jembatan tersebut. Mengingat tiga jembatan yang baru diresmikan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor pada Kamis (27/2) itu, memiliki lebar 9 meter, dari semula hanya 4,5 meter saja. Dengan lebar jembatan yang baru ini, maka kendaraan leluasa berpapasan, dari arah Kabupaten Banjar maupun Banjarmasin. Namun setelah keluar dari jembatan, perjalanan kembali tersendat, karena badan jalan yang sempit.

“Senang jembatan sudah bagus, terima kasih Pemerintah dan Paman Birin (sapaan khas Gubernur Kalsel). Tapi kalo bisa jalannya juga dilebarkan, supaya tidak macet lagi. Di sini kalo pagi dan sore, padat. Terasa sekali sesak,” begitu kata salah seorang warga Agus, saat ditemui Abdi Persada FM pada acara peresmian tiga¬† jembatan Sungai Lulut.

Gayung bersambut. Tenyata keinginan warga ini, juga menjadi keinginan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor. Bahkan hal itu disampaikannya di depan para tamu dan undangan, termasuk Bupati Banjar dan perwakilan Walikota Banjarmasin, saat membacakan sambutannya pada peresmian tiga jembatan di Sungai Lulut.

“Terima kasih kepada Bupati Banjar dan Walikota Banjarmasin yang sudah melakukan pembebasan lahan, sehingga kita bisa merenovasi dan melebarkan tiga jembatan di Sungai Lulut ini. Insya Allah selanjutnya, jalannya yang akan kita lebarkan. Soalnya saya sudah sering mendengar keluhan mengenai macetnya lalu lintas di sini. “Pusang tu pang mun kena macet di Sungai Lulut (baca: kesal dengan macet di Sungai Lulut),” ujarnya.

Menanggapi keinginan Paman Birin ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel Roy Rizali Anwar, mengaku siap mewujudkannya. Dengan catatan, lahan untuk pembangunan sudah clean and clear atau bersih dari persoalan. Tentu saja tugas pembebasan lahan ini, adalah kepada Pemerintah Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin.

“Apabila itu keinginan Paman Birin, kami siap untuk menganggarkan dana untuk pekerjaannya. Asalkan Pemerintah Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin sudah menyelesaikan masalah lahannya. Jikapun ada penolakan dari warga, itu dapat dibicarakan lebih lanjut. Tentunya ini terkait masalah penggantian lahan, bagaimana caranya supaya ganti untung bukan ganti rugi. Solusinya mungkin saja dengan menyiapkan lahan lain untuk mereka berjualan,” paparnya.

Jalan di kawasan Sungai Lulut, perbatasan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar memilki panjang sekitar 40 kilometer. Sebagian besar badan jalan di kawasan ini terbilang sempit, dan di kanan kiri jalan dipenuhi rumah warga. Bahkan di dekat jembatan Sungai Lulut terdapat pasar rakyat yang sangat berdekatan dengan badan jalan. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?