20 Oktober 2021

Akhirnya, Paman Birin Resmikan Tiga Jembatan di Sei Lulut

2 min read

Gubernur Kalsel (helm putih, kanan) didampingi Ketua DPRD Kalsel (helm putih, kiri) saat meninjau jembatan Sei Lulut usai peresmian pada Kamis (27/02).

BANJAR – Tepat dua hari sebelum haul Guru Sekumpul ke-15 digelar, 3 jembatan di kawasan Sungai Lulut akhirnya dapat diselesaikan pengerjaannya. Terutama jembatan Sungai Gardu 2, yang pada Rabu siang (26/2) masih belum rampung 100 persen. Khususnya lajur kiri jembatan dari arah Kabupaten Banjar ke Banjarmasin, masih belum beraspal. Begitu pula pagar jembatan masih belum dicat putih dan kuning, warna senada dengan jembatan Sungai Gardu 1 dan jembatan Sungai Lulut, yang lebih dulu selesai dikerjakan.

Namun pada Kamis (27/2) jembatan Sungai Gardu 2 sudah benar-benar rampung, dan telah diresmikan. Termasuk dua jembatan lainnya, jembatan Sungai Gardu 1 dan jembatan Sungai Lulut juga diresmikan pada hari yang sama. Peresmian dilakukan langsung Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang menjadi pemrakarsa perbaikan dan pelebaran jembatan di Sungai Lulut ini.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan renovasi tiga jembatan di Sungai Lulut. Yakni jembatan Sungai Lulut, jembatan Sungai Gardu 1 dan Sungai Gardu 2.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Bupati Banjar dan Walikota Banjarmasin, yang telah membantu dengan melakukan pembebasan lahan, sehingga proses renovasi dan pelebaran badan jembatan dapat terlaksana. Saya harap, masyarakat dapat bersama-sama ikut menjaga jembatan ini, apalagi tadi disampaikan Kepala Dinas PUPR Provinsi, kalau di bawah jembatan ini masih bisa dilewati kapal kecil atau kelotok, jadi jalur sungai juga dapat difungsikan,” jelas Gubernur yang biasa disapa Paman Birin tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel Roy Rizali Anwar menjelaskan, pengerjaan tiga jembatan ini menghabiskan anggaran hingga 21,8 miliar rupiah, dengan jangka waktu pengerjaan selama kurang lebih 300 hari kalender.

“Seharusnya pekerjaan jembatan ini sudah selesai pada akhir tahun 2019 lalu. Tapi pihak kontraktor bersedia melanjutkan pekerjaan sampai selesai, walaupun konsekuensinya terkena sanksi denda sesuai ketentuan. Kita membayarkan sesuai progress pengerjaan di akhir tahun. Jika selesai 97 persen, kita bayarkan 97 persen, sisanya kita bayarkan di APBD perubahan, itupun setelah melalui proses audit minimal oleh Inspektorat. Selesainya jembatan ini, mungkin berkah haul Guru Sekumpul, Alhamdulillah tepat waktu sebelum pelaksanaan haul. Semoga dengan selesainya jembatan ini, maka dapat membantu kelancaran arus lalu lintas para jemaah yang memakai jalur ini,” tutupnya.

Peresmian tiga jembatan di kawasan Sungai Lulut ini, tepat sepekan setelah peresmian dua jembatan di Kota Martapura Kabupaten Banjar. Yakni jembatan Bincau dan jembatan jalan Pendidikan pada Kamis (20/2) lalu.

Namun suasana yang bertolak belakang terjadi pada dua momen berharga ini. Pada peresmian dua jembatan pada Kamis (20/2), tidak banyak penduduk sekitar yang menyaksikan seremoni ini. Beda dengan peresmian jembatan di kawasan Sungai Lulut pada Kamis (27/2), terlihat warga berduyun-duyun ingin menyaksikan acara peresmian secara dekat. Apalagi lokasi peresmian di jembatan Sungai Lulut, berdekatan dengan pasar dan juga tepat berada di tepi jalan, yang menjadi perlintasan arus kendaraan dari Banjarmasin maupun Kabupaten Banjar. Akibatnya, saat peresmian berlangsung, arus lalu lintas di titik jembatan Sungai Lulut menjadi sedikit tersendat. Beruntung personil Kepolisian dan Dinas Perhubungan dibantu Satpol PP, sigap di lokasi acara, untuk mengatur lalu lintas. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?