NewsProvinsi Kalsel

Ini Kasus Kekerasan Fisik dan Psikis di Kalsel

BANJARBARU – Kejadian kekerasan fisik dan psikis masih ditemukan di Provinsi Kalimantan Selatan. Hal ini disampaikan Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA DP3A) Provinsi Kalimantan Selatan Ariyadi, saat menjadi narasumber dalam program TKHI, Selasa (25/2).

Ariyadi menyampaikan berdasarkan catatan pihaknya, pada tahun 2019 ditemukan adanya kasus kekerasan psikis sebanyak 71 kasus, sedangkan kasus kekerasan fisik sebanyak 44 kasus.

“Kasus tersebut tidak hanya menimpa anak anak tetapi juga orang dewasa,” ucap Ariyadi.

Kasus yang terjadi pada tahun 2019 ini, lanjut Ariyadi, diselesaikan oleh pihak pemerintah daerah setempat. Lintas kabupaten/kota terlebih dahulu, baru diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Menurut Ariyadi, untuk kekerasan psikis terbanyak terjadi di Kota Banjarmasin dengan angka kejadian 19 kasus, kemudian disusul Kotabaru sebanyak 14 kasus, serta Barito Kuala sebanyak 8 kasus, Banjarbaru sebanyak 7 kasus, HSU sebanyak 6, Kabupaten Banjar 6 kasus, Tabalong 4 kasus, Tanah Laut 3 kasus, HSS sebanyak 3 kasus, serta Balangan 1 kasus.

Sedangkan, tambah Ariyadi, untuk kasus kekerasan yang terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2019, sebanyak 44 kasus.

Menurut Ariyadi, kasus kekerasan fisik ini terbanyak terjadi di Kabupaten Banjar sebanyak 8 kasus, kemudian disusul Banjarbaru sebanyak 7 kasus, Kota Banjarmasin sebanyak 6 kasus, Tabalong 4 kasus, Barito Kuala sebanyak 4 kasus, Balangan 4 kasus, Kotabaru sebanyak 3 kasus, HSU sebanyak 2 kasus, Tanbu 2 kasus, serta HSS sebanyak 1 kasus.

Ariyadi menyampaikan, diperkirakan di Kabupaten Banjar  tertinggi terjadi kasus kekerasan fisik, disebabkan letak geografis yang luas serta jumlah penduduk yang banyak, sehingga angka kekerasan fisik banyak terjadi di tempat tersebut.

“Untuk tempat kejadian kekerasan fisik terdapat di rumah tangga, sekolah, serta di tempat umum,” pungkas Ariyadi. (SRI/RDM/EYN)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat