20 Oktober 2021

Mantapkan Koordinasi Pengamanan Haul Guru Sekumpul, Rakor Lintas Sektoral Digelar

2 min read

Para pimpinan Rakor Lintas Sektoral Pengamanan Haul Guru Sekumpul ke-15 Tahun 2020 di Mapolda Kalsel pada Senin (24/02).

BANJARMASIN – Haul Guru Sekumpul ke-15 tahun 2020, tinggal 5 hari lagi. Seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan maupun kelancaran acara keagamaan di Kalimantan Selatan ini, sudah menyiapkan diri sejak beberapa bulan lalu. Termasuk dengan rutin menggelar pertemuan dan rapat koordinasi, untuk mematangkan segala sesuatunya. Salah satunya dilaksanakan pada Senin pagi (24/02) di ruang rapat Rupatama Mapolda Kalimantan Selatan, berupa rakor lintas sektoral dalam rangka pengamanan haul Guru Sekumpul ke-15 tahun 2020. Bertindak sebagai pimpinan rakor, gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang diwakili kepala dinas perhubungan Kalsel Rusdiansyah, wakapolda dan danrem 101/Antasari Banjarmasin. Sementara rakor mengundang seluruh pihak yang terlibat, diantaranya tim relawan Sekumpul, unsur kepolisian, TNI, Danlanal, Danlanud, tim SAR, PMI, kementrian agama, dinas kesehatan hingga unsur Pertamina dan PT PLN wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah.

Dalam sambutan gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang dibacakan Kadishub Kalsel Rusdiansyah disebutkan, bahwa pemerintah provinsi sangat menyambut baik diadakannya rapat koordinasi ini. Mengingat haul Guru Sekumpul sudah menjadi agenda rutin tahunan, yang mendatangkan jutaan jemaah dari pelosok negeri hingga luar negeri.

“Dengan rakor ini, mari kita sama-sama berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada para jemaah. Baik dalam hal pengaturan lalu lintas, penempatan jemaah, titik parkir, hingga pelayanan kesehatan kepada jemaah yang memerlukan. Saya yakin seluruh pihak yang terlibat bekerja dengan tulus dan ikhlas, demi kelancaran haul Guru kita tercinta,” urai Rusdiansyah.

Sementara itu, danrem 101/Antasari Banjarmasin Moch Syech Ismed kembali mengingatkan para relawan dan petugas yang berjaga saat haul nanti, untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Terutama terhadap kemungkinan ancaman banjir, mengingat kegiatan berlangsung pada puncak musik hujan. Selain itu, Ia juga mengingatkan soal wabah Corona yang kini masih terjadi di beberapa negara di dunia. Mengingat akan ada banyak tamu dari luar negeri yang berhadir pada haul tahun ini.

“Musim hujan berpotensi menimbulkan banjir. Karena itu petugas harus menambah kewaspadaan, terutama di lokasi berdekatan dengan sungai. Saya tidak ingin peristiwa memilukan di Jogjakarta, terjadi di sini. Apalagi ini even besar, dan jumlah tamu mencapai jutaan orang. Terkait Corona, saya serahkan semua kepada tim kesehatan, yang tentunya sudah menyiapkan sejumlah langkah pencegahan,” tutupnya.

Terkait haul Guru Sekumpul ini, kepala dinas perhubungan Kalsel juga mengingatkan seluruh pihak, bahwa mulai 24 Februari hingga 3 Maret 2020, ruas jalan Ahmad Yani dari kilometer 21 Liang Anggang hingga kilometer 112 di jalan bypass Tapin, diberlakukan pembatasan terhadap angkutan besar untuk melintas. Namun angkutan besar yang membawa sembilan bahan pokok, obat-obatan, BBM, BBG dan keperluan masyarakat lainnya, tetap diperbolehkan melintas. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?