28 Oktober 2021

Ditinggal Ketua, Nasib Kelompok Ikan Air Apung Teluk Jagung Mengambang

2 min read

Keadaan keramba ikan apung di Desa Teluk Jagung, Kabupaten Kotabaru.

KOTABARU – Keramba ikan apung, yang berada di desa teluk jagung, kecamatan pulau laut tanjung selayar Kabupaten Kotabaru, mangkrak akibat ditinggal oleh ketua kelompoknya.

Rumah mantan ketua kelompok keramba ikan apung, Muhamad Baco.

Disampaikan tokoh masyarakat desa teluk jagung, Ahmad, kondisi ini sudah terjadi sekitar 3 tahun yang lalu, semenjak sang ketua yakni Muhamad Baco meninggal dunia.

“Program keramba (bantuan pemerintah) ini tidak berjalan secara berkesinambungan, padahal potensi ikan disini sangat berpotensi sekali,” ujar Ahmad kepada Abdi Persada FM, Kamis (20/2).

Ahmad mengharapkan, ada koordinasi kembali, antara kelompok keramba ikan ini dengan Pemerintah, baik kabupaten maupun pemerintah Provinsi.

“Ini tinggal sinkronisasi lagi, nantinya kelompok keramba ini dapat dibina, terutama oleh dinas kelautan dan perikanan, untuk dibenahi secara menyeluruh,” jelasnya.

PLT Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Fadeli mengaku, tidak mengetahui meninggalnya ketua kelompok Keramba ikan apung ini. Padahal menurutnya, semasa almarhum hidup, kelompok Keramba ikan apung ini sangat maju.

“Sewaktu masih ada ketuanya, jaring apung ini cukup banyak, karena sangat berpotensi, ada ikan kerapu, kakap, bahkan lobster,” ujarnya, usai melihat langsung keadaan keramba ikan apung yang ada desa teluk jagung.

Namun dikatakan Fadeli, pihaknya hanya bisa menindaklanjuti masalah ini, apabila anggota kelompok ini dapat memberikan laporan pelaksanaannya.

“Laporan berupa data anggota, aset yang dimiliki, dan keadaan operasional keramba ikan apung ini,” jelasnya.

Ditambahkan Fadeli, laporan dikirimkan ke dinas kelautan dan perikanan kabupaten, dengan tembusan dinas kelautan dan perikanan provinsi, yang nanti pihaknya akan segera melakukan sinergi bersama, untuk mengembangkan desa teluk jagung ini, untuk kegiatan budidaya laut di Kabupaten ini, terlebih dikatakan Fadeli, harga keramba ini tidaklah murah, sehingga harus benar-benar di manfaatkan kembali. (ASC/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?