25 Oktober 2021

Sambut Haul Guru Sekumpul, Disdag Kalsel Gelar Pasar Murah di 7 Titik Kota Martapura

2 min read

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel saat berada di lokasi pasar murah

BANJARMASIN – “Sekarang apa-apa serba mahal. Bawang mahal, apalagi iwak (ikan, dalam bahasa Banjar), mahal juga”. Inilah keluhan yang dilontarkan para ibu rumah tangga di Kalimantan Selatan saat ini, menanggapi naiknya harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional. Hal ini tentunya mendapat respon dari dinas perdagangan Kalimantan Selatan, yang lingkup tugasnya memantau harga pasar dan melakukan upaya untuk mengatasinya. Apalagi sebentar lagi, provinsi Kalimantan Selatan akan menghadapi even besar keagamaan, yang diprediksi dihadiri jutaan tamu dari seluruh Indonesia bahkan luar negeri. Yakni haul Guru Sekumpul ke-15 pada 29 Februari hingga 1 Maret 2020 nanti. Kenaikan harga ini, tentunya akan menambah beban masyarakat, khususnya mereka yang bermukim disekitar kawasan Sekumpul. Padahal diketahui, penduduk yang bermukim disekitar lokasi makam Guru Sekumpul ini, setiap tahunnya menyediakan makanan gratis bagi para jemaah yang datang pada acara haul. Untuk membantu meringankan beban mereka, maka dinas perdagangan provinsi bekerjasama dengan sejumlah distributor dan pihak lainnya, menggelar pasar murah di sejumlah titik kota Martapura, terutama yang lokasinya berdekatan dengan Sekumpul.

Suasana pasar murah hari pertama di Kelurahan Sekumpul

“Awalnya kami menjadwalkan kegiatan pasar murah ini di 5 titik saja. Diantaranya di kantor lurah Tanjung Rema, kantor pembakal Tanjung Rema, dan kantor lurah Indrasari pada 18 hingga 25 Februari 2020. Namun pada hari pertama pelaksanaan di kelurahan Sekumpul, banyak permintaan untuk menambah lokasi pasar murah kepada saya. Maka kami pun menambah jumlahnya menjadi 7 titik, dengan tambahan kelurahan Sungai Paring dan Keraton,” jelas kepala dinas perdagangan Kalimantan Selatan Birhasani kepada wartawan.

Suasana pasar murah hari pertama di Sekumpul

Birhasani memastikan, siapa saja dapat berbelanja di pasar murah ini, dan tidak ada pembatasan kalangan mana saja yang boleh berbelanja.

“Kami tidak mencetak kupon apapun, Karen memang pasar murah ini terbuka untuk umum. Sesuai arahan gubernur Paman Birin (sapaan khas gubernur Kalsel Sahbirin Noor), bahwa pasar murah ini untuk menyambut haul Guru Sekumpul, maka kalangan manapun boleh berbelanja di sini, termasuk kalangan menengah ke atas. Apalagi kita ketahui, bahwa mereka juga turut serta memberikan makanan gratis saat haul berlangsung, termasuk menyediakan rumah mereka sebagian penginapan gratis bagi para tamu dan jemaah haul,” tambahnya.

Komoditas yang paling banyak diserbu masyarakat saat pasar murah, adalah gula pasir, minyak goreng, telur ayam dan bawang putih. Mengingat harga keempat komoditas ini memang sedang naik di pasar, dan di kegiatan pasar murah dijual dengan harga 1.000 hingga 5.000 rupiah lebih murah dibanding pasar. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?