20 Oktober 2021

Kelancaran Haul Guru Sekumpul, Angkutan Besar Dilarang Melintas Selama 4 Hari

2 min read

Kepala Dinas Perhubungan Kalsel

BANJAR – Kurang lebih 9 hari lagi, hajatan besar masyarakat Kalimantan Selatan akan dilaksanakan di kawasan Sekumpul Martapura kabupaten Banjar. Yakni haul Guru Sekumpul ke-15 pada 29 Februari hingga 1 Maret 2020. Diperkirakan jutaan jemaah dari berbagai pelosok negeri hingga luar negeri akan berhadir pada acara haul ini, baik dengan menggunakan transportasi darat, perairan maupun udara.

Seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya, gelaran haul ini akan memakan sejumlah badan jalan sekitar kawasan Sekumpul, yang pastinya akan menghambat arus lalu lintas dari dan menuju Banjarmasin serta Banua Enam. Apalagi kawasan Sekumpul, terkoneksi langsung ke jalan utama penghubung sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, yakni jalan Ahmad Yani.

Mengantisipasi kemungkinan padatnya lalu lintas saat dan pasca acara, maka dinas perhubungan kabupaten Banjar pada 5 Februari 2020, telah menyurati dirjen perhubungan darat kementrian perhubungan, untuk memberlakukan larangan melintas untuk angkutan barang pada saat acara haul Guru Sekumpul. Kemudian surat itu mendapat respon, dengan keluarnya surat dirjen perhubungan darat tertanggal 19 Februari 2020, untuk melakukan pembatasan melintas bagi angkutan barang saat pelaksanaan haul Guru Sekumpul.  Surat yang juga ditembuskan kepada dinas perhubungan provinsi Kalsel itu menyebutkan, pembatasan dilakukan mulai 29 Februari hingga 3 Maret 2020.

Ditemui wartawan usai peresmian jembatan jalan Pendidikan dan Bincau pada Kamis siang (20/2), kepala dinas perhubungan provinsi Kalsel Rusdiansyah, membenarkan soal adanya pembatasan melintas bagi angkutan barang tersebut. Ia menyebut, larangan ini hanya berlaku untuk angkutan barang dengan jumlah sumbu lebih dari dua, atau kendaraan roda enam ke atas.

“Tapi pembatasan ini tidak berlaku untuk angkutan bahan pokok, BBM, BBG, serta kebutuhan obat-obatan. Karena itu adalah hal vital, yang sangat diperlukan masyarakat, mengingat pembatasan ini berlangsung lumayan lama, hingga 4 hari,” jelasnya.

Rusdiansyah menambahkan, pembatasan melintas ini berlaku mulai jalan Ahmad Yani kilometer 21 atau bundaran Liang Anggang, hingga ke jalan Ahmad Yani kilometer 112 atau terminal by pass Tapin.

“Angkutan dari arah Tabalong, terhenti di by pass Tapin, dan dari arah Banjarmasin hanya boleh sampah kilometer 21. Namun jika mereka mengarah ke Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru, maka tidak jadi masalah. Sebab jalur itu tidak melewati areal acara haul,” tutupnya. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?