28 Oktober 2021

Gubernur Kalsel Harapkan ASN Tidak Terlibat Politik Dalam Pilkada 2020

2 min read

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor saat memegang penghargaan dari Kementerian LHK di acara Sosialisasi Pemilu 2020 bagi ASN di lingkungan Provinsi Kalimantan Selatan.

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor mengharapkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan agar tidak terlibat politik dalam masa kampanye dan pesta demokrasi pemilihan calon Kepala Daerah (Pilkada) yang akan segera dilaksanakan pada 23 September 2020 mendatang.

Sahbirin Noor mengatakan, sebagai ASN dilingkungan Pemerintahan sekarang ini, agar dapat memahami aturan dan undang-undang yang berlaku di Indonesia agar kedepannya tidak terjadi polemik di kalangan para pegawai lainnya khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dengan didampingi 26 Kepala SKPD berdoa bersama dalam kegiatan Sosialisasi bagi ASN di lingkungan Provinsi Kalsel.

“Saya berharap agar ASN di wilayah Pemerintahan agar bersikap netral sesuai peraturan yang berlaku di Negara kita, khususnya di Kalimantan Selatan,” tutur paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel, saat memberikan sambutkan sekaligus meresmikan kegiatan Sosialisasi Pemilu 2020 bagi ASN, di Aula Gedung Idham Chalid, Kamis (20/2).

Tak hanya itu, paman Birin juga menyampaikan bahwa ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan harus bisa memilah-milah agar tidak terpengaruh dengan politik yang nantinya bisa berujung kepada dampak negatif bagi ASN tersebut.

“Saya menginginkan agar ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel tidak mudah terintimidasi dan tetap taat dengan sesuai aturan yang berlaku,” tuturnya.

Maka dari itu, Ia berharap agar Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat mengambil langkah dan sikap tegas untuk tidak terpengaruh dalam politik praktis pada masa pemilihan calon Kepala Daerah di periode 2020 ini.

“Dalam mengusung pasangan calon nanti, disamping adanya pesta demokrasi hendaknya para ASN tetap sesuai dengan Tupoksinya sebagai Pegawai Negara yang netral,” ungkap paman Birin.

Kendati demikian, Ia menyebutkan, setelah pemaparan materi terkait tentang peran ASN dalam mengahadapi Pemilu 2020 yang lansung diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Selatan ini dapat memberikan wawasan serta pemahaman hingga pengetahuan agar kedepannya ASN tidak mudah terintimidasi dengan politik praktis pada saat menjelang Pemilukada 2020.

“Saya berharap demikian, ASN harus bisa memikirkan dampak besar apabila hal tersebut terjadi, namun, diharapkan pemaparan dari keempat Narsum ini bisa memberikan pengetahuan dan dampak positif agar nantinya tidak mudah terprokasi oleh politik pasangan calon Kepala Daerah,” imbuh paman Birin.

Untuk diketahui, kegiatan Sosialisasi Pilkada 2020 bagi ASN yang difasilitasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kalimantan Selatan ini juga menghadirkan tiga narasumber ahli dibidangnya, yakni Cahyo Hariawan dari Kementerian Dalam Negeri dengan didampingi Komisioner Badan Pengawas Pemilu, Azhari Riedhani serta Samahuddin Muharam sebagai Ketua Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDi) dan terakhir Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Selatan, Sahruji. (RHS/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?