25 Oktober 2021

34,27 Kg Narkoba Dimusnahkan, 272.000 Nyawa Terselamatkan

3 min read

(Ki-ka) Ketua DPRD Kalsel, Sekdaprov Kalsel, Kapolda Kalsel, BNN Provinsi, dan Direktur Ditresnarkoba Polda Kalsel saat memusnahkan barang bukti narkoba di Mapolda Kalsel Jum'at (14/2)

BANJARMASIN – Enam belas blender warna-warni tersusun rapi di dua meja panjang di lobby mapolda Kalimantan Selatan, Jum’at pagi (14/2). Di depan meja blender ini, ditumpuk benda berwarna putih terbungkus plastik kecil, dalam jumlah banyak. Disampingnya ada pula pil warna-warni, juga tersimpan dalam satu plastik besar. Benda-benda inilah yang kemudian akan dimasukkan ke dalam blender untuk dihaluskan.

Barang bukti narkoba yang dimusnahkan pada Jum’at pagi (14/2) di Mapolda Kalsel

Benda apakah itu? Narkoba. Benda berwarna putih adalah sabu, dan pil warna-warni adalah ekstasi. Total ada 34,27 kilogram barang haram itu, yang siap dimusnahkan pada kegiatan yang khusus digelar Ditresnarkoba Polda Kalsel, dengan mengundang unsur Forkopimda untuk melakukannya. Mulai dari gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili sekdaprov Kalsel, ketua DPRD Kalsel, Kajati Kalsel, Kepala Bea dan Cukai Kalsel, Danlanud, Danlanal, MUI serta BPOM Banjarmasin. Tak ketinggalan, puluhan wartawan datang mengabadikan momen ini, untuk kemudian disebarluaskan kepada masyarakat. Tujuannya tidak lain, untuk mengajak serta masyarakat, ikut dalam aksi perang terhadap peredaran narkoba, di bumi Antasari ini.

“Tidak ada cara lain, jika kita ingin membumihanguskan narkoba dari Kalimantan Selatan, adalah dengan terus menjalin kerjasama yang baik antara seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Perang melawan narkoba tidak hanya ditunjukkan dengan kata, tapi juga perbuatan. Salah satunya adalah dengan tidak segan melapor kepada aparat berwenang, terkait aktivitas peredaran narkoba di lingkungan kita. Ini pesan Paman Birin (sapaan khas gubernur Kalsel) untuk memerangi narkoba. Selain itu, gubernur juga berkomitmen untuk rutin menggelar tes urine di kalangan pejabat dan ASN lingkup pemerintah provinsi Kalsel, untuk memastikan mereka bebas dari penyalahgunaan narkoba,” urai Sekdaprov Kalsel Abdul Haris Makkie saat menyampaikan pesan gubernur Kalsel, pada kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba jaringan internasional, hasil pengungkapan Ditresnarkoba Polda Kalsel, pada Jum’at pagi (14/2) di lobby mapolda Kalsel.

Sebelumnya, apresiasi berupa pemberian piagam penghargaan diberikan ketua DPRD Kalsel Supian HK, kepada Kapolda Kalsel Yazid Fanani. Piagam ini diberikan, sebagai wujud apresiasi legislatif atas kinerja jajaran Polda Kalsel, berhasil mengungkap kasus narkoba jaringan internasional pada Januari lalu.

“Saya mewakili 4 juta lebih penduduk Kalsel, 13 kabupaten/kota dan satu provinsi, ingin mengucapkan terima kasih kepada Polda Kalsel khususnya jajaran Ditresnarkoba yang sudah berhasil mengungkap kasus narkoba asal Malaysia ini. Karena tindakan ini, sudah berhasil menyelamatkan 272 ribu lebih penduduk Kalsel, dari bahaya narkoba. Saya harap, Polda Kalsel dapat meneruskan kinerja luar biasa ini,”  ujar ketua DPRD Kalsel Supian HK, yang juga turut diundang melakukan pemusnahan barang bukti narkoba ini.

Tercatat ada 34,27 kilogram barang bukti narkoba berupa sabu, ekstasi, serta pil sabu, yang dimusnahkan pada kegiatan di mapolda Kalsel Jum’at pagi itu.

Seluruhnya berasal dari pengungkapan kasus selama Januari 2020. Termasuk didalamnya, sebanyak 32 kilogram lebih, hasil pengungkapan kasus narkoba jaringan internasional Malaysia-Sumatera-Jawa Timur-Kalimantan.

Kajati Kalsel (baju seragam coklat, berdiri) saat mendata para tersangka kasus narkoba pada Jum’at pagi (14/2)

“Pengungkapan kasus narkoba jaringan internasional itu, adalah yang terbesar sepanjang sejarah Polda Kalsel. Di tingkat regional Kalimantan, kasus ini adalah ketiga terbesar setelah Kalimantan Barat 100 kilogram oleh BNN provinsi, dan 38 kilogram di Kalimantan Timur. Pengungkapan ini murni dilaksanakan di wilayah hukum Polda Kalsel, tidak seperti tahun sebelumnya, kita mengungkap hingga ke luar daerah. Tahun ini kita fokus di area Kalsel, dan berhasil mengungkap jaringan Malaysia ini,” tutup direktur Ditresnarkoba Polda Kalsel Wisnu Widharta. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?