19 Oktober 2021

Minimalisir Banjir, Gubernur Kalsel Kirim Tim Pemetaan

3 min read

Kadis LH Prov.Kalsel - Hanifah Dwi Nirwana (tengah), bersama Wakil Bupati HSU, Husairi Abdi, saat rapat Koordinasi.

HULU SUNGAI UTARA – Banjir yang terjadi di sebagian wilayah provinsi Kalimantan Selatan, menjadi perhatian khusus bagi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor. Hal ini terbukti dari dikirimnya tim dari pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, untuk meninjau beberapa titik lokasi banjir yang ada di Provinsi ini, pada Selasa (11/2).

Tim dari SKPD provinsi ini dipimpin oleh Kepala Dinas lingkungan hidup bersama jajaran dan didampingi oleh perwakilan dari Dinas kehutanan dan dinas PUPR, serta balai wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II.

“Peninjauan lokasi banjir ini perlu dilakukan untuk memetakan kembali, agar banjir dapat dikendalikan dan tidak terus terulang setiap tahunnya,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, Kepada Abdi Persada FM yang turut serta dalam peninjauan ini.

Dijelaskan Hanifah, pihaknya juga sudah dan terus melakukan koordinasi dengan BWS Kalimantan II, karena jalur sungai yang ada merupakan jalur Sungai DAS Barito yang merupakan kewenangan dari pemerintah pusat.

“Dari informasi yang didapatkan, sudah banyak perencanaan dan pekerjaan fisik yang dilakukan oleh pemerintah pusat, untuk mengurangi lama genangan dan volume atau debit genangan dari banjir,” ucapnya.

Namun ditambahkan Hanifah, perencanaan ini tentu harus didukung oleh semua pihak termasuk Pemerintah Kabupaten/kota yang bersangkutan (terkena dampak banjir), khususnya ketika dari pemerintah pusat dalam hal ini BWS Kalimantan II dan juga Pemerintah Provinsi ingin melakukan perencanaan struktural.

“Perencanaan itu diharapkan dapat diimplementasikan. Ini, tentu ada beberapa hal yang berhubungan dengan pemerintah kabupaten/kota, seperti pembebasan lahan apabila ingin dilakukan normalisasi sungai. Jadi dalam hal penanganan banjir ini tidak tidak semudah membalikan telapak tangan, dan harus dikerjakan secara bahu membahu oleh semua pihak dari hulu sampai hilir,” jelasnya.

Ada tiga titik lokasi banjir yang yang di ditinjau oleh tim pemerintah provinsi ini yaitu Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar, Kabupaten Hulu Sungai Utara, serta Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong.

Usai melakukan rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten HSU, yang langsung disambut oleh wakil bupati Husairi Abdi Hanifah berujar, pihaknya akan segera melaporkan hasil monitoring dan juga rapat koordinasi bersama pemerintah Kabupaten yang ditinjau ini, kepada Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengenai hasil pemetaan di lapangan.

“Kita akan segera mengambil langkah-langkah strategis guna penyelesaian masalah banjir ini,” ujarnya.

Hanifah juga mengharapkan, kerjasama dan komitmen dari semua Kabupaten yang berkaitan erat dengan persoalan banjir yang terjadi, terlebih di Kabupaten HSU, seperti kabupaten Tabalong dan Kabupaten Balangan. Agar permasalahan ini segera selesai, yang mana tentu saja akan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Sementara, Wakil Bupati HSU, Husairi Abdi mengatakan, banjir yang terjadi di Kabupaten HSU pada tahun ini merupakan yang terparah sejak 15 tahun terakhir, sehingga dirinya berharap dengan adanya pemetaan ini, akan ada tindak lanjut agar bencana banjir ini bisa diminimalisir.

“Banjir ini kan karena hujan, air turun, debit air di hulu tinggi dan tidak bisa di tampung, dua aliran sungai yaitu aliran sungai Tabalong dan aliran sungai Balangan menyatu, maka meluap lah di sini,” jelasnya.

Husairi Abdi juga mengatakan, akan mendukung segala kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah provinsi maupun pusat, apabila hal itu akan berdampak baik bagi masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

“Kasian masyarakat, apalagi yang berada jauh dari perkotaan, aktivitas terhambat, terlebih komunikasi yang belum memadai,” ungkapnya.

Tercatat sebanyak 5.747 buah rumah, dengan lebih dari 10.875 kepala keluarga, atau 6 dari total 10 Kecamatan di Kabupaten ini, yang terdampak banjir.

Kadis LH Prov.Kalsel – Hanifah Dwi Nirwana, saat memberikan bantuan secara simbolis untuk warga terdampak banjir di Kabupaten Tabalong.

Dalam peninjauan ini, tim dari pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang dipimpin oleh kepala dinas lingkungan hidup ini, juga menyalurkan bantuan berupa bahan pokok, bagi warga yang yang terdampak banjir di Kabupaten Hulu Sungai Utara serta kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong. (ASC/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?