25 Oktober 2021

KPPI Kalsel Terus Perjuangkan Keterwakilan Perempuan Di Parlemen

1 min read

(ki-ka) Ketua KPPI Kalsel, Dewi Damayanti Said didampingi Ketua Panitia Pelantikan Pengurus, Kamariatul Herlina

BANJARMASIN – Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya untuk memperjuangkan kuota minimal 30 persen keterwakilan perempuan sebagai wakil rakyat.

Ketua KPPI Kalsel, Dewi Damayanti Said mengatakan dibentuknya KPPI adalah untuk memperjuangkan hak-hak perempuan di legislatif sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik, dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD.

“Mengingat saat ini keterwakilan kaum perempuan masih terbilang rendah dan belum sepenuhnya mencapai 30 persen seperti yang terjadi di Kalsel,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Srikandi Partai Golkar ini, KPPI Kalsel terus berusaha untuk memotivasi perempuan memperjuangkan keterwakilan mereka di parlemen secara signifikan yang diyakini bisa menjadi solusi dalan penyelesaian terhadap permasalahan perempuan.

“Salah satu caranya dengan memberikan pelatihan-pelatihan dan secara teknis mempersiapkan mental-mental para perempuan yang akan berjuang untuk mencapai kuota minimal 30 persen di parlemen,” jelasnya.

Dengan keberadaan KPPI Kalsel, diharapkan para perempuan bisa lebih termotivasi untuk berjuang dan juga didukung oleh partai-partai politik untuk lebih maju dan sukses dalam pemilu yang akan datang.

Anggota DPRD Kalsel ini menambahkan, saat ini KPPI Kalsel memiliki 26 orang pengurus perempuan dari berbagai partai politik di Kalsel.

“Rencananya para pengurus dilantik secara resmi pada Februari mendatang,” pungkasnya. (NRH/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?