16 Oktober 2021

Inilah Akhir Perjalanan Sang Penjaga Gudang Narkoba

2 min read

Tersangka H saat dikawal aparat meninggalkan tempat konferensi pers pada Senin (20/01)

BANJARMASIN – Seorang pria terlihat duduk di sudut kanan meja, yang sudah disiapkan untuk konferensi pers hasil pengungkapan tindak pidana kasus narkoba jaringan internasional, di mapolda Kalimantan Selatan pada Senin pagi (20/1). Ternyata Ia adalah tersangka kasus yang akan disampaikan gubernur Kalsel Sahbirin Noor dan Kapolda Yazid Fanani pagi itu. Hal ini dapat dipastikan dari borgol yang terpasang ditangannya, dan pakaian berwarna oranye, seragam tahanan mapolda. Tak lama Ia pun diikutkan dalam konferensi pers, untuk kemudian diwawancara langsung oleh puluhan wartawan cetak, elektronik dan online, dengan perantaraan direktur Ditresnarkoba Polda Kalsel Wisnu Widharto.

“Sejak kapan kamu kerja ini?,” pertanyaan pertama dilontarkan Wisnu kepada tersangka berinisial H itu. Ia pun menjawab bahwa sudah bekerja sejak 2018.

“Saya cuma suruhan, jaga gudang. Pasokan biasanya dari Amang Apul yang punya gudang. Saya digaji bulanan, disesuaikan dengan jumlah narkoba yang keluar dalam satu bulan itu. Maksimal dalam sebulan, sampai 50 kilogram pak,” urainya kemudian seraya menegaskan bahwa dirinya hanyalah penjaga gudang narkoba, yang sengaja digaji oleh seseorang bernama Amang Apul.

Terkait penangkapan H ini, direktur Ditresnarkoba Polda Kalsel Wisnu Widharto memastikan, bahwa pihaknya sudah mencium keberadaan H sejak akhir tahun 2018 lalu. Dimana dalam operasi penangkapan budak narkoba jelang akhir tahun 2018, didapat sabu seberat 12 kilogram untuk mengisi gudang narkoba H. Sebelumnya, juga sudah lolos sabu yang dipasok dari Malaysia seberat 32 kilogram.

“Berlanjut, 4 hari jelang tahun baru, kami berhasil menangkap Si Kembar, yang ternyata juga merupakan jaringan H. Setelah dua tahun lebih, akhirnya H berhasil kami tangkap pada Sabtu 18 Januari di kawasan Rawasari Banjarmasin,” papar Wisnu.

Selain mengamankan barang bukti sabu hingga 28 kilogram lebih dari H, pihaknya juga menyita sejumlah aset milik tersangka. Yakni berupa satu unit rumah, dua unit mobil dan uang tunai seratus juta rupiah lebih.

Keberhasilan jajaran Ditresnarkoba Polda Kalsel mengamankan 28,415 kilogram sabu dan 9.743 butir ekstasi di awal tahun 2020 ini, dipercaya sudah menyelamatkan 237.119 nyawa di Kalimantan Selatan, maupun provinsi lainnya di Kalimantan. Mengingat penyebaran narkoba jaringan Malaysia ini, sudah mencakup hampir seluruh wilayah Kalimantan. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?